.
Dia juga menegaskan, tindakan pemecatan yang dilakukan oleh IDI terhadap dokter Terawan, dapat menjadi preseden buruk dikemudian hari.
"Terawan saja seorang dokter professional yang cukup banyak menorehkan prestasi, seorang Letnan Jenderal dan juga pernah Menteri Kesehatan RI, dengan mudah diberikan sanksi berat (pemecatan), sungguh suatu keniscayaan," ungkap Alirman Sori.
Persoalan pemecatan Terawan, tanda Alirman Sori, mestinya dilakukan dulu langkah-langkah persuasif.
"Jika ada yang dilakukan tidak sesuai aturan yang berlaku, misalnya masalah prosedur teknis medis yang disyaratkan Konsil Kedokteran, momentum untuk meminta penjelasan atau pertanggungjawaban kepada Terawan," kata Alirman Sori.


Komentar