Padang, Arunala - Tindak lanjut percepatan pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru, terus dilakukan Pemprov Sumbar.
Bahkan Senin (25/7), Gubernur Mahyeldi menggelar rapat percepatan pembangunan jalan Tol tersebut dengan Pemkab Padang, stakeholder terkait dan juga pelaksana pembangunan jalan Tol PT Hutama Karya di Padang.
Dalam rapat itu, inti pembahasan menyangkut lambatnya pembebasan 571 bidang lahan yang belum tuntas di ruas Padang-Sicincin, Kabupaten Padangpariaman.
Di rapat itu terungkap, ke 571 bidang lahan tersebut berada pada progres penyelesaian yang beragam. Diantaranya sebanyak 71 bidang masih tahap verifikasi Satgas, 92 bidang proses penilaian PPK dan apraisal.
Selain itu, juga terdapat 139 bidang yang berkasnya belum lengkap, 54 bidang belum ada berita acara konsinyasi dan 45 bidang dalam proses SPP ke LMAN.
Dalam pengarahannya, gubernur meminta agar persoalan pembebasan 571 bidang lahan tersebut segera dituntaskan, agar PT Hutama Karya bisa segera bekerja.
Secara khusus Mahyeldi meminta agar penyelesaian diprioritaskan pada ruas jalan yang berpotensi pengerjaan fisik jalan bisa dilaksanakan secara tuntas dalam satu tahap pengerjaan, tidak on spot pada beberapa titik terpisah, sehingga menyulitkan pekerjaan fisik.
"Pembebasan percil baru 64 persen lebih, hanya 24 persen lebih penambahannya sejak 2021. Untuk fisiknya baru 9 Km dari 20,5 Km. Masalahnya apa? Kalau dari 571 percil ini, masalahnya bukan di kami lagi. Sudah berapa bulan ini ? Kita targetkan lebih cepat lagi selesainya pembebasan tanah ini. Harus ada time schedule nya yang jelas, makanya kita rapat hari ini," tegas Mahyeldi.
Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur yang turut hadir bersama Sekkab dan jajaran terkait menyampaikan beberapa kendala di lapangan, diantaranya persoalan kelengkapan administrasi, dimana berkas belum lengkap karena masyarakat pemilik tanah yang bersangkutan susah ditemui.
Kendala lainnya adalah berbedanya orang yang menguasai bidang lahan dengan pemiliknext


Komentar