Padang, Arunala.com - Sejumlah muka baru bakal bertarung untuk pemilihan anggota DPD RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat (Sumbar), untuk pemilu 2024 mendatang.
Ini terlihat di saat KPU Sumbar gelar rapat koordinasi dan sosialisasi pendaftaran, penyerahan dan verifikasi persyaratan dukungan minimal pemilih bagi bakal calon DPD RI dapil Sumbar untuk pemilu 2024, di salah satu hotel berbintang di Padang, Rabu (30/11).
Setidaknya ada 16 orang bakal calon yang hadir di rakor dan sosialisasi yang diadakan KPU Sumbar itu. Dari para bakal calon itu, berasal dari berbagai profesi dan latar belakang, ada dari mantan ASN, mantan birokrat, pengusaha, pengacara bahkan ada dari anggota parpol.
Namun ketika Arunala.com ingin menanya alasan diantara bakal calon DPD yang baru ingin maju di pemilu kali ini tampaknya enggan menjelaskan.
Mereka justru lebih memilih mendengarkan paparan menyangkut teknis pendaftaran bakal calon itu yang disampaikan pihak KPU Sumbar dalam rakor tersebut.
Sementara di sesi tanya jawab pada rakor tersebut, banyak diantara bakal calon ini melontarkan pertanyaan kepada KPU soal tahapan pencalonan untuk DPD itu.
Salah seorangnya yakni Boizardi yang menanyakan berapa kali KPU melakukan verifikasi syarat dukungan para bakal calon.
"Maaf lebih dulu saya sampaikan ya buat KPU, berapa kali KPU turun ke lapangan untuk lakukan verifikasi dukungan bakal calon. Sebab yang saya dengar, petugas yang ditunjuk lakukan verifikasi dukungan itu terkesan malas lakukan tugasnya di lapangan, cuma satu kali saja," kata Boizardi.
Apa yang disampaikan Boizardi itu karena dirinya baru pertama kali akan ikut pencalonan anggota DPD.
Mendapati pertanyaan itu, Anggota KPU Sumbar yang juga Koordinator Divisi Teknis, Gebril Daulai menyebutkan, kewajiban KPU untuk lakukan verifikasi faktual dukungan bakal calon itu hanya satu kali saja.
"Meski begitu, kami akan maksimalkan proses verifikasi faktual syarat dukungan bakal calon itu baik untuk DPD maupun caleg, dengan catatan selagi masih ada waktu," kata Gebrilnext


Komentar