Elsa Maharrani, Pemberdaya Ibu-ibu Rumah Tangga di Kota Padang (1): Lewat Kampung Jahit, Bangkit di Masa Pandemi

Metro- 26-12-2022 14:11
Rumah produksi Maharrani dan Hamka Indonesia di simpang Kototingga, Kelurahan Pasaambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. (Dok: Instagram @maharrani.official)
Rumah produksi Maharrani dan Hamka Indonesia di simpang Kototingga, Kelurahan Pasaambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. (Dok: Instagram @maharrani.official)

.

Kemitraan dengan ibu itu lancar. "Ia terus menjahit untuk kami. Melihat itu, tetangganya mau juga bermitra. Akhirnya, mitra kami yang awalnya cuma satu bertambah dua, tiga, lima, sepuluh, hingga sekarang jadi empat puluh orang," sebut Elsa.

Mitra Elsa 80 persen adalah perempuan. Sebagian besar baru belajar menjahit.

"Ada yang awalnya cuma pandai menggoyangkan mesin. Sekarang sudah bisa menjahit baju," ujar Elsa.

Para penjahit mitra-mitra Maharrani ini membentuk konsep setiap penjahit bekerja dari rumah. Apalagi rumah mereka saling berdekatan.

Dengan demikian, penjahit-penjahit mitra Maharrani ini saling menguatkan dan membantu.

"Penjahitnya mayoritas perempuan, karena kita paham sibuknya perempuan di rumah. Jadi bisa menjahit, bisa ngurusi anak dan suami juga. Mereka bisa saling tanya, bantu-membantu, sebab belok dikit saja jahitannya harus dibongkar demi kualitas. Akhirnya terbentuk Kampung Jahit," tutur ibu dua anak ini seraya mengatakan selain ibu-ibu, ada pula penjahit laki-laki yang ambil bagian dalam usaha tersebut.

Elsa menceritakan, proses penjahitan dilakukan oleh mitra di rumah masing-masing. Para mitra menjahit menggunakan mesin jahit mereka sendiri.

Namun, bagi yang tidak punya atau mesinnya perlu diganti, Maharrani meminjamkan atau membantu membelikan mesin yang dibayar mitra secara kredit tanpa bunga.

Sementara itu, kegiatan praproduksi seperti pembuatan dan pemotongan pola serta pascaproduksi dan pengemasan dilakukan di rumah produksi Maharrani.

Kendati begitu, semua mitra harus menjaga standar kualitas nomor satu brand Maharrani, agar selalu dipercaya oleh konsumen.

"Kami memiliki bagian quality control. Tugas mereka, memeriksa setiap hasil jahitan mitra. Apabila ada produk dengan hasil jahitan kurang apik, maka akan dikembalikan dan dibongkar untuk diperbaiki sesuai standar yang dipakemkan," tuturnya.

Maharrani saat ini, sebut Elsa, memproduksi baju gamis, baju basiba, mukena, jilbab, seragam dinas, hingga sarimbit.

Bahkan pada tahun 2021, pihaknya mengeluarkan brand baru bernama Hamka Indonesia.

"Hamka Indonesia ini khusus menyediakan pakaian muslim pria. Di antaranya baju muslim koko, baju basiba dan seragam dinas dengan beragam ukuran," ungkap alumni SMAN 3 Padang ini.

Berbisnis sekaligus Sosial

Jika sekadar berbisnis, sebenarnya bisa saja menggunakan jasa para penjahit di sentra konveksi dari daerah lain, seperti Bandung, Jawa Baratnext

Komentar