.
"Ini yang perlu disadari oleh perguruan tinggi. Riset bidang kesehatan umpamanya, harus didukung oleh bidang lain seperti teknik, sehingga nantinya bisa menjadi produk yang bisa dipakai secara luas," ujar mantan Wakil Menteri Pertahanan itu.
Menurutnya, pengembangan Unand ke depan harus mengedepankan pemanfaatan teknologi. Karena selama ini, Indonesia masih impor alat kesehatan dari luar negeri.
"Teknologi itu alat, namun Indonesia belum mampu menciptakannya. Saya mimpi, Fakultas Kedokteran bekerja sama dengan Fakultas Teknik, 15 sampai 20 tahun lagi sudah mampu membuat terobosan teknologi itu. Jadi tidak ada lagi impor alat," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH mengatakan kehadiran Pusat Riset Stem Cell dan Biobank merupakan dukungan dari berbagai pihak dan seluruh civitas akademika Unand.
"Dengan perubahan status Unand, pengembangan-pengembangan riset ini terus kita maksimalkan," kata Yuliandri.
Diketahui, stem cells atau sel punca adalah tindakan medis untuk pengobatan berbagai penyakit dengan perbaikan atau terapi sel-sel tubuh yang sudah mati untuk diperbarui dengan jaringan yang baru.
Metode stem cells kini tengah dikembangkan di berbagai rumah sakit dan fakultas kedokteran di seluruh dunia.
Selain pusat riset, Unand juga meluncurkan badan usaha perseroan dan unit-unit usaha di lingkungan kampus.
Sejumlah unit usaha yang dimaksimalkan pengembangannya yakni di bidang riset kesehatan, farmasi, pertanian, peternakan, dan potensi usaha lainnya.
Gubernur Sumbar Mahyeldi juga berharap kehadiran KKP di Unand dapat memberikan kabar menggembirakan pada masyarakat, terutama di sektor perikanan.
"Meski hasil riset soal kesehatan telah pernah dilakukan. Sekarang hasil riset soal bidang lainnya yakni pangan supaya bisa memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat," harapnya.


Komentar