Pengawasan Alat Tangkap Bagan di Danau Singkarak: Tim Gabungan DKP Sumbar Sita 25 Unit Jaring Angkat

Metro- 23-03-2023 20:26
Kadis DKP Sumbar Dr Ir Reti Wafda MTp saat memimpin Pengawasan Alat Tangkap Bagan di Danau Singkarak. (Dok : Istimewa)
Kadis DKP Sumbar Dr Ir Reti Wafda MTp saat memimpin Pengawasan Alat Tangkap Bagan di Danau Singkarak. (Dok : Istimewa)

.

Untuk nelayan di Kabupaten Solok berupa jaring langli sebanyak 44 unit, gill net 67 unit dan mesin tempel sebanyak 81 unit.

Menurutnya, kelestarian ikan bilih menjadi perhatian Gubernur Sumbar Mahyeldi. Beliau beberapa kali memimpin rapat bersama Forkopimda dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah di Sumbar.

"Selanjutnya ditindaklanjuti dengan rapat teknis oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar dengan ODD terkait di Kabupetan Solok dan Tanahdatar dengan melibatkan wali nagari salingka danau serta perwakilan dari tokoh masyakat dan bundo kanduang," ungkap Reti.

Refi menambahkan pengawasan harus terus dilakukan sebagai upaya tidak terjadi tangkap lebih dan supaya ikan-ikan kecil tidak tertangkap agar terus berkembang biak.

"Tidak hanya bagan yang akan diawasi dan tertibkan tetapi juga penangkapan lainnya yang tidak ramah lingkungan juga dilakukan. Seperti pengeboman, penyentruman, penggunaan bahan kimia seperti potassium, penggunaan mata jaring pukek/jaring tradisional yang tidak sesuai," tegas Reti.

Diketahui ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan satu-satunya ikan endemik Danau Singkarak bahkan satu-satunya di dunia sehingga harus dijaga kelestariannya. (ril)

Komentar