Bengkulu, Arunala.com - Wilayah Pantai Barat Sumatera, tepatnya di Bengkulu Utara, Bengkulu diguncang gempa tektonik, Sabtu (15/4), sekitar pukul 22.07.07 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9. Episenter, terletak pada koordinat 5.05 LS ; 102,68 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 56 Km arah Timur Laut Enggano, Bengkulu pada kedalaman 73 km.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si dalam rilisnya yang diterima Arunala.com sesaat setelah gempa terjadi, menyampaikan, lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menghujam Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).
"Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bengkulu Selatan, Liwa, Kaur dan Manna dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Enggano, Pagar Alam dan Pesisir Barat dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah)," terang Daryono.
Ia juga menyebutkan, getaran gempa bumi itu terasa seperti getaran truk berlalu. Lalu getaran gempa juga daerah Sekincau, Linggau, Kota Agung, lahat, Kepahiang, Musi Rawas, Oku Selatan dan Bukit Kemuning dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Daryono menjelaskan, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Dia melanjutkan, hingga pukul 22.36 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Dari kejadian gempa bumi di Bengkulu Utara itu, ungkap Daryono, pihak BMKG minta kepada masyarakat setempat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," sebut Daryono. (drz/*)


Komentar