Kuliah Umum Dewan Negara Malaysia di Unand: Rais Yatim: Nilai Merobah Tamaddun

Metro- 11-05-2023 20:19
Yang Di-Pertua Dewan Negara Pengasas/Pengurusi Yayasan Budi Malaysia YB Sen, Tan Sri Dato Seri Utama Dr Rais Yatim menerima cenderamata dari Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH. Turut disaksikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. (Foto : Fajril)
Yang Di-Pertua Dewan Negara Pengasas/Pengurusi Yayasan Budi Malaysia YB Sen, Tan Sri Dato Seri Utama Dr Rais Yatim menerima cenderamata dari Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH. Turut disaksikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. (Foto : Fajril)

Padang, Arunala.com - Yang Di-Pertua Dewan Negara Pengasas/Pengurusi Yayasan Budi Malaysia YB Senator Tan Sri Dato Seri Utama Dr Rais Yatim menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat serta melestarikan budaya lokal. Apalagi di tengah gencarnya serangan dari peradaban barat.

"Ketika membaca surat kabar baik di Indonesia maupun Malaysia, di dalam bahasa sangat banyak terselip bahasa asing. Belum lagi dari perilaku generasi muda kita yang sudah mulai melupakan budaya sendiri, kita sangat prihatin dengan keadaan saat ini," kata Dr Rais Yatim saat memberikan kuliah umum "Nilai Merobah Tamaddun" di Convention Hall Universitas Andalas, Kamis (11/5).

Ia berkeinginan melihat kebudayaan Minangkabau dalam konteks kebenaran, supaya identitas Malaysia dan Indonesia tidak hilang.

"Kini banyak bahasa yang berkembang di tengah masyarakat, tapi bagaimana identitas Malaysia dan Indonesia khususnya Minangkabau ini tidak hilang," katanya.

Rais Yatim kemudian membandingkan perilaku etnis Tionghoa yang konsisten dalam mempertahankan bahasa Mandarin, dengan kebiasaan yang diperlihatkan orang Minang kekinian.

"Inilah salah satu contoh nilai merobah tamaddun," ucap Rais, keturunan urang awak di negara jiran Malaysia ini.

Rais menjelaskan nilai berarti value dalam konteks lumrah. Sementara tamaddun adalah kehidupan yang mempunyai tahap-tahap kemurnian, ketinggian, kesucian dan keindahan.

"Akan tersua dua perkara. Pertama, nilai itu dilihat dari berbagai sudut. Emas ketika dilihat apakah emas 10 atau emas 9. Selagi dia bukan pakar tidak akan tahu nilai emas tadi. Ketika ditimbang akan diketahui nilai emas tersebut," ucapnya.

Tetapi berbeda akan nilai pada kehidupan. Yaitu apabila dilihat pada suatu perlakuan dan sesuatu amalan akan terasa bahwa perlakuan dan amalan itu sesuatu harus ada dan dipakai.

"Ada juga nilai apabila dilihat, tidak dapat dikatakan sesuatu," tutur politisi Malaysia ininext

Komentar