.
Tentunya, pemikiran dan perbuatan yang mewujudkan sesuatu kreativitas yang memupuk sebuah perasaan membela masyarakat, negeri dan negara. Bahkan kokoh dengan identitas.
"Jadi nilai dan tamaddun itu saling berinteraksi antara satu dengan lainnya. Dalam tamaddun ada nilai dan dalam nilai ada tamaddun," tegas putra Palupuh, Agam ini.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Dr Rais Yatim termasuk salah satu tokoh keturunan Minang memegang jabatan penting di Malaysia sejak tahun 1974.
"Luar biasa pengalaman beliau," ucap Mahyeldi.
Meski demikian, sebut Mahyeldi, beliau hadir akan tetapi jiwa raga dan pemikirannya tetap hadir di Ranah Minang.
"Keinginan dan perhatian yang kuat dari beliau, meski dipisahkan oleh dua negara, namanya adat, budaya dan tradisi tidak boleh hilang. Dan harus terbangun," ucap Mahyeldi.
Sementara Rektor Unand, Prof Dr Yuliandri SH MH menjelaskan kehadiran beliau (Tan Sri Dato' Seri Utama Rais Yatim) tidak asing bagi Unand. Pasalnya, beliau adalah asli Minang walaupun lahir di perantauan.
"Selain sukses berkiprah di kancah politik, peran YB Senator Tan Sri Dato' Seri Utama Rais Yatim juga memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas melalui berbagai jabatan yang pernah diemban," tuturnya.
Rektor mengatakan perjalanan karir Rais Yatim relevan dengan pepatah Minangkabau "Karatau madang di hulu, babuah babungo balun, ka rantau bujang dahulu di rumah paguno balun".
Jika diartikan, kata Yuliandri, pepatah tersebut memiliki makna anak laki-laki Minangkabau diajarkan atau dianjurkan pergi merantau untuk menimba ilmu, wawasan dan lain sebagainya agar saat kembali ke kampung halaman mempunyai manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.(ril)


Komentar