.
"Di luar negeri, ada dua tim menghandel. Yaitu menghandel pasien dan menghandel keluarga pasien. Sehingga keluarga pasien mendapatkan informasi dengan baik. Jadi selama ini kita kurang memperhatikan keluarga oriented dari pasien oriented," ucapnya seraya mengatakan yang banyak membicarakan layanan kesehatan di rumah sakit itu adalah keluarga pasien.
Belum lagi, rumah sakit di luar negeri sudah memberikan pelayanan dimulai dari penjemputan calon pasien di bandara. "Meski tidak bisa diterapkan demikian, minimal pasien sudah mendapatkan pelayanan prima mulai dari pintu rumah sakit, akan tindakan, tindakan hingga pasca-tindakan," ungkap Lila.
Jika itu tidak diterapkan, hal inilah menjadi pemicu komplain dari keluarga pasien. "Akibatnya, informasi yang beredar keluar adalah pelayanan rumah sakit di daerah ini tidak ada yang bagus," tuturnya.
Lila menyarankan manajemen pengaturan sumber daya manusia (SDM) di luar tugas sehari-hari itu mesti dimiliki rumah sakit. "Dan ini hendaknya termasuk dalam poin penilaian LAM-KPRS saat melakukan akreditasi rumah sakit nantinya. Dengan harapan rumah sakit makin maju dan dirasakan masyarakat," harap Lila.
Sementara itu, Ketua LAM-KPRS Regional II Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS mengatakan LAM-KPRS baik nasional maupun regional digawangi oleh praktisi dan akademisi perumahsakitan yang berpedoman pada prinsip berorientasi pada output/outcome (khususnya kepuasan pelanggan). Kemudian berbasis digital, memberdayakan wilayah, terjangkau dan menjaga kesinambungan implementasi akreditasi.
Dovy menyebutkan salah satu andalan LAM-KPRS ini membentuk regional sehingga bisa melayani rumah sakit daerah. "Selain mengawal mutu rumah sakit, juga menekankan efisiensi saat melakukan survey, baik surveyor atau pembimbing, pusat akan menugaskan surveyor di regional. Supaya tidak memberatkan rumah sakit," sebut Plt Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang ini.
Tidak hanya regional, sebut Dovy, keunggulan lainnya LAM-KPRS yakni setelah akreditasi, pembimbingan pasca-akreditasi bisa terjamin. "Kami akan tetap melakukan pembimbingan dan memonitor rumah sakit yang telah diakreditasi oleh lembaga ini. Sehingga mutu layanan sesuai standar sudah bisa dilaksanakan," sebut ayah dua anak ini.


Komentar