Bukittinggi, Arunala.com - Ketua DPRD Sumbar, Supardi, membuka bimbingan teknis (Bimtek) relawan Penyuluh Sosial Masyarakat (PSM) angkatan pertama, Selasa (16/5).
Pada pembukaan yang berlangsung di Hotel Pusako Bukittinggi tersebut, Supardi menyorot sejumlah fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat, salah satunya tingginya tingkat stunting.
"Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya," ucap Supardi.
Menurut Ketua DPRD Sumbar ini, dalam budaya Minangkabau, nenek moyang telah mengajarkan, ketahanan pangan telah menjadi sesuatu yang melekat dalam kehidupan.
Di mana struktur rumah gadang yang dilengkapi dengan rangkiang tempat menyimpan logistik makanan. Dengan hadirnya rangkiang ini tidak ada lagi kekurangan makanan, bahkan gizi terhadap anak.
"Jadi stunting hal yang tabu sebenarnya bagi masyarakat Minangkabau," kata Supardi.
Dia menyayangkan, Sumbar menjadi salah satu provinsi yang angka stuntingnya tinggi. Bahkan Kabupaten Limapuluh Kota berada pada urutan ke 10 dari 19 kabupaten kota ini juga harus menjadi perhatian bersama.
Menyikapi kondisi tingginya angka stunting di Sumbar, pada kesempatan itu Supardi mengajak PSM harus menjadi garda terdepan menjawab persoalan ini.
Kegiatan Bimtek relawan PSM dihadiri 100 orang peserta yang berasal dari 13 Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota.
Pada kesempatan yang sama, Supardi juga membuka kegiatan pertemuan pilar-pilar sosial angkatan pertama dengan peserta yang terdiri dari unsur kemasyarakatan seperti LSM, LKS hingga Karang Taruna.


Komentar