.
"Program ini nantinya menjadi penyedia pengetahuan terkini, solusi teknologi, serta pusat pengembangan aplikasi teknologi lanjut," katanya.
STP ini mempunyai tiga peran utama. Yaitu melaksanakan penelitian, pengembangan, menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi.
Serta menumbuhkan cluster industri atau menarik industri ke dalam kawasan, sehingga terjadi ekosistem yang benar-benar inovasi.
"Dalam mewujudkan tiga peran tersebut harus ada kendali penuh dari pemerintah, akademisi, dan industri," ujarnya.
Menurutnya, jika ketiga unsur ini berfungsi dengan baik, maka STP dapat mengembangkan daya saing daerah.
"Namun, pada saat ini saja masih kurang tentang pemahaman tentang STP di masyarakat. Maka dari itu, pembangunan dan pengembangan STP butuh dukungan lebih besar dari pemerintah, akademisi dan industri guna mempercepat tumbuh kembangnya STP," ucap Lukito.
Sementara itu, Ketua LPPM Unand Dr Ing Uyung Gatot S Dinata MT mengatakan kehadiran science techno park ini untuk membantu para dunia usaha dalam meningkatkan daya saing produk, usaha dan daerah. Ini didukung oleh teknologi yang ada di universitas.
"Science techno park Unand juga bertugas mengembangkan dan menyiapkan produktivitas riset agar siap untuk dikomersialisasikan. Dan juga membina usaha-usaha, bisnis dan teknologi agar berdaya saing," ucapnya.
Ia bersyukur karena Universitas Andalas gencar dalam mengejar kinerja untuk membuktikan hasil riset dan pengabdian menghasilkan berbagai luaran yang ditetapkan kementerian.
"Luaran-luaran tersebut terakumulasi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU)," sambungnya.
Ia menyampaikan tiga tahun terakhir Universitas Andalas meraih paten terbanyak secara nasional termasuk design industri dan juga hak cipta.
"Capaian tersebut atas kontribusi Universitas Andalas dari hasil-hasil penelitian dan pengabdian dari dosen, mahasiswa yang berperan aktif dalam memacu pertumbuhan kreativitas dan inovasi Kekayaan Intelektual," tutur Uyung.


Komentar