.
"Tidak hanya bidang bioteknologi tapi juga hukum dan ekonomi. Sehingga halal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan kita," tutur Ketua Dewan Profesor Unand ini.
Sebenarnya, tutur alumni S-3 UPM ini, alumni UPM secara sendiri-sendiri telah melakukan pengembangan produk halal ini.
Seperti Prof Dr Irwandi Jaswir, dunia mengenalnya sebagai pakar halal.
Bahkan dia didaulat penerima penghargaan King Faisal International Prize 2018 kategori 'Berjasa untuk Islam' di Arab Saudi.
Sementara Prof Dr Marlina MS Apt sendiri mengembangkan stem cell yang secara keseluruhan bahannya bahan halal.
Boleh digunakan sebagai obat dan kosmetik. Walaupun di Indonesia belum mewajibkan obat dan kosmetik berlabel halal.
"Melalui seminar ini kita menghimpun itu sehingga semakin kuat," tegasnya.
Sementara itu, Guru Besar INHART IIUM Malaysia Prof Dr Irwandi Jaswir mengatakan prospek Sumbar mengembangkan industri halal terbuka.
Di samping jumlah penduduk beragama Islam di daerah ini mencapai 5,4 juta jiwa, Sumbar juga memiliki Undang Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumbar menyatakan falsafah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai bagian dari nilai masyarakat Sumbar.
"Kita perlu bersama-sama membangun langkah-langkah ke depan untuk dirumuskan stakeholder yang ada, terutama kepada dinas terkait karena halal ini tidak bisa jalan sendiri," ujarnya.
Kegiatan temu alumni ini dilanjutkan dengan pengabdian masyarakat di Nagari Pariangan, Tanahdatar berlangsung pada Sabtu (20/5). (ril)


Komentar