Padang, Arunala.com - Aspek kehalalan terhadap sebuah produk erat kaitannya dengan berbagai aspek lain dalam kehidupan.
Tentu tidak melihat halal sebagai basis ajaran agama saja, tetapi juga akan berdampak pada aspek lain yaitu kesehatan dan kedaulatan pangan khususnya.
"Saat ini banyak sekali intervensi dari makanan-makanan global yang mengganggu identitas dan kedaulatan dari produk-produk pangan di setiap negara. Di Indonesia sendiri, produk-produk tersebut dekat dengan identitas keislaman yaitu adanya standar halal," kata Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas Prof Nursyirwan Effendi saat seminar hybrid bertema Peran Alumni UPM dalam Pengembangan Produk Halal untuk Kemandirian Bangsa di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung Pascasarjana Unand, Jumat (19/5) kemarin.
Seminar ini terselenggara atas kerja sama Sekolah Pascasarjana Unand, UPM Alumni Chapter Indonesia, dan Pusat Perhubungan Alumni UPM.
Merupakan bagian dari 3 rangkaian kegiatan Temu Alumni UPM Chapter Indonesia tahun 2023 dari berbagai profesi.
Seminar ini menghadirkan 4 invited speaker yaitu Kepala BPJPH Kemenag RI yang diwakili Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi BPJPH Siti Aminah, Prof Dr Irwandi Jaswir dari International Islamic University of Malaysia (Ilmuwan penerima King Faisal International Prize), Prof apt Marlina, PhD dari Universitas Andalas dan Prof. Muhammad Firdaus PhD dari IPB University.
Turut hadir Prof. Irwan Prayitno (Gubernur Sumbar 2010-2015 dan 2016-2021) yang juga alumni UPM yang juga mensponsori acara tersebut bersamaan dengan Wardah. Selain itu Prof Chah Yoke Queen dari UPM dan UPM Alumni Centre.
Ia berharap dengan seminar ini menjadi langkah yang tepat sebagai usaha mempertahankan kekuatan (kedaulatan pangan) tersebut.
"Apalagi, pangsa pasar produk halal di Indonesia terbilang sangat besar," ucapnya.


Komentar