Padang, Arunala.com--Era digital yang semakin maju, dunia kerja mengalami perubahan besar signifikan. Teknologi dan inovasi telah mengubah cara kerja, interaksi, dan persaingan dalam pasar kerja.
"Dampaknya pekerjaan pun makin lama makin berkurang. Sebuah survei dilakukan MC Kinsey tahun 2030 di Indonesia sendiri sekitar 23 juta pekerjaan akan berkurang. Bayangkan saja," kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas Valeni Suryaningsih SE MM CHRDTS saat Talkshow Pengembangan Karir di Era Digital di pelataran parkir Perpustakaan Unand, Rabu (24/5).
Talkshow diadakan Universitas Andalas bersama PT Pegadaian juga menghadirkan narasumber Division Head Pegadaian Corporate University, Arifmon SE MH.
Dimoderatori dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unand, Danny Hidayat SE MM CMA CEIP CEAP. Dan, merupakan rangkaian dari peresmian The Gade Creative Lounge.
Tetapi apa hal-hal yang masih bisa dilakukan pencari kerja dalam mengembangkan karir di era digital ini. Paling terpenting itu attitude before knowledge.
"Jadi etika itu paling penting. Dimana pun kita berada. Sepintar apapun kalau kita tidak beretika, itu gak akan terpakai. Karir tidak akan melejit. Atau bahkan saat interview pekerjaan, kalau etika tidak bagus tidak dapat pekerjaan," tuturnya.
Ia menegaskan setinggi apa pun pendidikan jika tidak beretika, tidak akan terpakai di dunia kerja. "Karir tidak akan cemerlang dan tidak akan bisa masuk pada perusahaan," tegasnya.
Selain etika, sebut Valeni, jika ingin dilirik perusahaan adalah platform digital harus dimanfaatkan. Misal, jika butuh pekerjaan langsung search di website perusahaan dituju.
"Atau daftar pada jaringan profesional online terbesar, LinkedIn. Berdayakan apa yang ada. Aturlah curriculum vitae semenarik mungkin di platform linkedin," ucapnya.


Komentar