.
Untuk diketahui, lanjut Supardi, data yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia beberapa waktu lalu, Sumbar di posisi kelima dengan jumlah LGBT terbanyak, terdapat kurang lebih 18 ribu orang yang tercatat sebagai LGBT.
Sementara terkait Narkoba, Supardi menegaskan, pihak Polda Sumbar mencatat kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap pada tahun 2022 mengalami kenaikan dibanding pada tahun lalu.
"Sepanjang tahun 2022, Polda Sumbar mengungkap 1.151 kasus penyalahgunaan narkoba, dan ada 1.518 tersangka yang ditangkap. Sementara pada 2021, ada 1.044 kasus narkoba yang diungkap dan menangkap 1.444 tersangka," terang Supardi dihadapan para peserta.
Kemudian, menyinggung pelatihan pelatihan Pilar-Pilar Sosial, Supardi mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mengantisipasi dan membentengi masyarakat agak jangan terjerumus pada kegiatan-kegiatan menyimpang seperti yang telah ia sampaikan pada peserta pelatihan tersebut.
Di sisi lain, Suparti juga
mengajak masyarakat Luhak Limopuluah untuk mengoptimalkan potensi daerah yang ada di Kecamatan Bukit Barisan, salah satu Nagari Baruah Gunung atau Koto Tinggi yang memiliki sumber daya alam jeruk yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
"Baruh Gunung merupakan daerah subur, baik secara udara maupun kontur tanah, potensi itu harus dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.
Begitu pun Koto Tinggi yang memiliki potensi wisata Museum PDRI yang pernah menjadi ibu kota darurat Indonesia, tidak kalah juga Nagari Mehek yang memiliki wisata sejarah peradaban dunia, jadi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh sejumlah ahli sejarah peradaban tersebut sudah ada sebelum kerajaan Sriwijaya.
"Jadi nantinya kita akan jual ke seluruh Indonesia bahwa peradaban tertua itu ada di Nagari Menhir Mahek," pungkas Supardi. (cpt/*)


Komentar