Payakumbuh, Arunala.com - Lomba penyanyi Minang dan
Anugerah Musik Sumbar
yang digelar sejak Selasa (30/5) lalu, di Agamjuo Cafe, Kota Payakumbuh, resmi ditutup Ketua DPRD Sumbar, Supardi, Rabu malam (31).
Lomba yang diadakan itu rangka memperingati Hari Musik Nasional 2023.
Dalam kesempatan tersebut, Supardi mendorong pelaku seni khususnya dalam bidang tarik suara (penyanyi-red) harus bisa menyanyikan lagu Minang sebagai bekal sebelum terjun pada tingkat nasional.
"Lagu Minang merupakan ikon musik nusantara, para penyanyi yang ingin eksis pada tingkat nasional khususnya dari Sumbar harus bisa menyanyikan lagu Minang terlebih dulu," kata Supardi.
Supardi yang juga politisi partai Gerindra tersebut mengatakan, banyak penyanyi Sumbar yang telah go nasional, namun mereka telah memiliki album lagu Minang terlebih dulu, seperti Eddy Silitonga salah satunya, dia telah memiliki album lagu Minang sehingga matang meniti karir pada tingkat selanjutnya.
"Lagu Minang perlu dipertahankan eksistensinya, maka dari itu pemerintah provinsi mengakomodir dengan mengadakan lomba-lomba karya lagu Minang, karya terbaik bisa di dengarkan dengan pasar yang lebih luas," kata Supardi.
Sementara itu, Kepada Dinas Kebudayaan Sumbar Saifullah mengatakan, secara nasional lagu Minang cukup banyak diminati dari pada lagu daerah lain, namun tantangan banyak generasi muda Sumbar tidak melirik lagu Minang.
Lagu Minang adalah aset daerah yang harus di lestarikan, untuk itu harus ada edukasi kepada generasi penerus yang melanjutkan eksistensi lagu Minang.
"Jadi ke depan kita akan laksanakan pembinaan-pembinaan dengan menggelar iven-iven strategis seperti terkait musik Minang," katanya.


Komentar