Payakumbuh, Arunala.com - Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar, Nofal Wiska mengatakan pegiat media sosial (medsos) di Kota Payakumbuh cukup banyak, dan kebanyakan dari pegiat itu adalah kaum milenial.
"Perlu diketahui, keberadaan pegiat medsos ini jangan terpancing dengan pemberitaan atau informasi hoaks, sebaliknya pegiat medsos ini juga bisa menjadi kontribusi positif dalam melawan hoaks," ungkap Nofal Wiska dalam paparannya pada sejumlah milenial pegiat medsos saat bimtek KIP di Kota Payakumbuh, Selasa siang (6/6).
Nofal menjelaskan, bimtek yang diadakan Komisi Informasi Sumbar bagi milenial pegiat medsos di Kota Payakumbuh itu sebagai upaya pihaknya dalam mengedukasi dan juga penguatan bagi para peserta bimtek dalam berselancar di media sosial milik mereka.
"Sekaligus edukasi ini, juga memberikan pencerahan para pegiat medsos ini agar tidak terjebak atau cepat terlalu percaya pada sebuah informasi yang belum tentu benar," terang Nofal lagi.
Adapun target bimtek kali ini, jelas Nofal, tidak lain sebagai penguatan bagi pegiat medsos di semua akun media sosial terkait keterbukaan informasi publik sekaligus perangi hoaks.
"Tentunya saya berharap milenial pegiat media sosial di Kota Payakumbuh ini bisa pula menyampaikan informasi benar, akurat dan terpercaya dan mesti menjadi pioneer menyikat hoaks," ujar Nofal Wiska.
Sedang pemerhati medsos lainnya yang juga staf ahli Direksi Bank Nagari, Afnizon meminta pegiat medsos dimanapun agar saring terlebih dulu berita atau informasi yang didapat sebelum di-sharing ke orang lain.
"Bank Nagari sangat memaklumi pentingnya para milenial, prinsip bank adalah trust, kalau berita disampaikan pegiat sosial tidak benar dan tidak terkonfirm, pihak yang rugi tidak saja Bank Nagari selaku lembaga keuangan, tapi ekonomi Sumbar juga akan terganggu," ujar Afrijon. (cpt)


Komentar