Padang, Arunala.com - Wakil KepalaLembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia atau Lemdiklat Polri, Irjen PolEko Budi Sampurno, menegaskan, negara Indonesia saat ini sedang seperti Maha Pralaya (kondisi krisis, red).
Dimana kejadian pada tahun 1006 Masehi, dimana Pulau Jawa runtuh akibat budi pekerti di masyarakat yang sudah hilang.
"Itu dibuktikan dengan bertebarannya hoaks dimana-mana, ya KPU, Bawaslu dan segala macamnya bagaimana mencegah berita hoaks itu muncul. Ya sekarang era posting, yang muncul duluan dianggap kebenaran, pada hal itu belum tentu benar. Makanya melalui FGD ini, kita kembali memperkuat sikap integritas agar budi pekerti bangsa tumbuh lebih kuat," tukas Irjen Pol Eko Budi kepada Arunala.com seusai memberikan pointer-pointer penting dalam acarafocus group discussion(FGD), di Padang, Rabu (7/6).
FGD yang diadakan Ditbinmas Polda Sumbar tersebut menghadirkan peserta dari berbagai stakeholder terkait di Sumbar.
Sementara tema FGD yang diangkat adalah "Peran Serta Masyarakat bersama Bhabinkamtibmas melalui Nagari Tageh di Bidang Hukum, Keamanan dan Keimanan dalam Rangka Menciptakan Situasi Kondusif Menjelang Pemilu 2024 di Sumatera Barat".
Eko Budi menjelaskan, kegiatan FGD yang diadakan ini punya tujuan sebagai upaya antisipasi terjadinya hal-hal yang bisa pengaruhi pelaksanaan Pemilu 2024.
"Dengan kita bersama nggak yang ndak bisa. Prinsipnya tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Memang pekerjaan berat tapi bukan berarti tidak bisa," tegas Waka Lemdiklat Polri ini.
Eko Budi juga mengatakan, ada dua hal yang patut dipahami, pertama harus berserah diri pada Allah SWT, kedua harus yakin karena Allah SWT itu maha baik dan sangat baik.
"Pada saat kita melakukan itu, semua masalah bisa selesai semuanya," tukas Eko Budi.


Komentar