Peserta Latsitardanus Belajar Masak Randang

Metro- 07-06-2023 16:01
Para Taruna bersama Wako Genius Umar memasak rendang (randang), Rabu (7/6). (Dok : Istimewa)
Para Taruna bersama Wako Genius Umar memasak rendang (randang), Rabu (7/6). (Dok : Istimewa)

Pariaman, Arunala.com - Hari terakhir kegiatan para Taruna dan Taruni peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke-43 di Kota Pariaman, diajarkan cara membuat kuliner khas Minang yakni rendang.

Cara membuat rendang yang dikenal tradisi marandang ini cukup antusias diikuti peserta Latsitardanus yang diadakan Pemko Pariaman di Rumah Tabuik Subarang, yang menjadi Posko Yontarlat II Hiu Latsitardanus XLIII/2023, Rabu (7/6).

"Kegiatan marandang ini, kami adakan tujuannya untuk memperkenalkan cara memasak rendang (randang) kepada para taruna yang sedang mengabdi di Kota Pariaman. Ini juga sekaligus upaya kami dalam melestarikan dan mewariskan masakan khas Minang kepada generasi muda," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar di sela-sela kegaiatan marandang tersebut.

Disebutkan Genius, selain masakan tradisional, rendang juga sebagai kuliner daerah yang telah mendunia, dan merupakan salah satu ekonomi kreatif Kota Pariaman khususnya sektor kuliner.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta Latsitardanus yang terdiri dari taruna tingkat akhir dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Akademi Kepolisian (Akpol), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Perguruan Tinggi (PT).

Genius menuturkan, selama berkegiatan di Kota Pariaman telah banyak aksi yang telah dilakukan para taruna ini, salah satunya kegiatan goro bersama masyarakat, program bedah rumah, dan kegiatan sosial lainnya.

Ia mengatakan, keberadaan taruna taruni Latsitardanus ini memberikan pandangan positif bagi generasi muda Kota Pariaman, sekaligus memotivasi mereka untuk ikut dalam program pendidikan kemiliteran dan kedinasan.

Penunjukan Kota Pariaman sebagai lokasi untuk peserta Latsitardanus kali ini, sebut Genius, tidaklah gampang karena banyak proses yang harus dilalui kabupaten kota untuk menjadi lokasi kegiatan ini.

"Terus terang Kota Pariaman merasa beruntungnya dengan hadirnya peserta Latsitardanus ini, dan menjadikan kota ini sebagai branding keberadaan Satlak Hiu, dan hal ini menjadikan salah satu kebanggaan bagi masyarakat Kota Pariaman," tutup Genius Umar. (cpt)

Komentar