Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Padang: Disayangkan Rendahnya Respek Perusahaan Penyumbang Sampah di Sumbar

Metro- 19-06-2023 21:15
Gubernur Mahyeldi menerima bantuan dana TJSL dari pihak PLN UP3 Padang, saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Padang, Senin (19/6). (Dok : Istimewa)
Gubernur Mahyeldi menerima bantuan dana TJSL dari pihak PLN UP3 Padang, saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Padang, Senin (19/6). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah sayangkan kurangnya partisipasi perusahaan penyumbang sampah terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, harusnya upaya tersebut ada.

"Sebagai bentuk tanggung jawab moral, saya minta perusahaan penyumbang sampah lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," tegas Mahyeldi saat memimpin 1.100 relawan melakukan aksi bersih sampah di sepanjang Pantai Padang, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Padang, Senin (19/6).

Menurutnya, untuk mengatasi persoalan sampah akibat limbah produk, perusahaan penyumbang sampah dapat menerapkan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) atau tanggung jawab tambahan sehingga ada kontribusi nyata untuk membantu pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kebijakan dan mekanisme mengenai EPR telah diamanatkan dalam UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam pasal 15 disebutkan bahwa produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam.

"Kita ketahui bersama, banyak sekali kemasan produk yang berupa plastik, harusnya perusahaan menjalankan tugasnya terkait hal itu, sesuai amanat dari UU No 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah," ujar Mahyeldi lagi.

Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri sehingga dibutuhkan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, baik itu pihak bisnis, organisasi, akademisi, media, dan terutama konsumen, untuk mewujudkan target Sumbar dalam penanggulangan sampah plastik.

"Ada faktor peningkatan kesadaran serta kapasitas pemerintah, swasta, dan masyarakat terhadap lingkungan hidup. Jadi, semua pihak termasuk masyarakat harus terlibat dalam mewujudkan perhatian terhadap lingkungan ini," katanya.

Mahyeldi menerangkan, salah satu bentuk keseriusan pemerintah provinsi dalam pengendalian sampah di Sumbar, selain rutin menggelar aksi bersih-bersih di beberapa tempat secara berkala, pihaknya juga telah mulai memberikan bantuan alat pencacah kepada BUMNag dan kelompok tani untuk mengolah limbah pertanian menjadi pupuk atau pakan ternaknext

Komentar