Padang, Arunala.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyaluran dan stok LPG subsidi bagi masyarakat di Sumbar dalam kondisi aman.
"Hingga akhir Juni tahun ini realisasi LPG 3 kg di Sumbar sebanyak 67.068 metrik ton (MT) dan kuota penyaluran LPG 3 kg telah mencapai 52,16 persen. Penyaluran dan stok LPG subsidi bagi masyarakat di Sumbar dalam kondisi aman," kata Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria.
Ia menjelaskan, saat perayaan Idul Adha memang kebutuhan elpiji meningkat, ada beberapa daerah yang cukup tinggi peningkatan konsumsi LPG. "Peningkatan itu terjadi di Kota Padang, Solok dan kota-kota lainnya. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak baik internal maupun eksternal agar kebutuhan LPG berjalan dengan baik," ucapnya.
Kemudian, kata Satria, terdapat beberapa usaha yang dilarang untuk menggunakan LPG bersubsidi seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022. Beberapa usaha yang dilarang menggunakan LPG 3 kg antara lain hotel, restoran, usaha penatu, peternakan, tani tembakau, batik, usaha jasa las dan lain-lain.
"Karena pada dasarnya LPG bersubsidi 3 kg merupakan upaya pemerataan akses energi bagi masyarakat sehingga peruntukannya pun harus tepat sasaran. Peran masyarakat, pemerintah dan stakeholder lainnya sangat dibutuhkan untuk melakukan pengawasan LPG 3 kg ini," jelasnya.
Terkait harga LPG 3 kg di Sumbar, harga LPG 3 kg tidak berubah, tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Dimana mengacu pada SK Gubernur Sumatera Barat No. 95 tahun 2014 tentang Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas 3 Kg di Tingkat Pangkalan.


Komentar