Padang, Arunala.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, Lila Yanwar meluruskan informasi terkait pernyataan yang menyebut pihak pemprov tidak serius dalam penanganan stunting. Sebaliknya, penanganan stunting masih berjalan sesuai rencana.
"Itu keliru, hingga saat ini, semua masih berjalan sesuai rencana, kami masih bekerja untuk atasi kasus stunting ini, salah satunya dengan pemberian Produk Makanan Tambahan (PMT) untuk Masyarakat," tegas Lila di Padang, Jumat (28/7).
Dia menyebut, jika ada yang menemukan tumpukan kotak makanan balita dan ibu hamil di gudang Dinkes Sumbar justru itu adalah bentuk keseriusan pemprov dalam menangani kasus stunting di Sumbar.
"Sebab, dengan ketersediaan makanan balita dan ibu hamil itu, pemprov dapat membantu balita-balita dan ibu hamil yang terindikasi stunting. Makanan balita dan ibu hamil itu didistribusikan sesuai kebutuhan," ujar Lila.
Dikatakannya, kebetulan pengadaan Produk Makanan Tambahan (PMT) itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terjadi tarik salur.
"Artinya, ketika makanan bantuan disalurkan pada satu daerah dianggap sudah cukup, kemudian ditarik lagi untuk daerah yang dianggap lebih membutuhkan," ujar Lila menerangkan.
Ini, sebutnya, membutuhkan rantai distribusi yang memakan waktu.
"Kondisi inilah yang menyebabkan stok masih tersedia,"paparnya lagi.
Bahkan, kata dia, dengan ketersediaan itu membuat Pemprov Sumbar dapat cepat menjangkau balita dan ibu hamil yang tersebar pada kabupaten kota.
"Kalau stok kami habiskan, maka ketika dibutuhkan cepat. Tidak ada lagi barang yang akan disalurkan, alur pengadaan pemerintah itu tidak mudah," ulasnya.
Diungkapkannya, stok makanan balita dan ibu hamil saat ini adalah dari anggaran APBD perubahan 2022.


Komentar