.
Setelah pengadaan tersebut selesai Desember 2022, langsung didistribusikan ke seluruh kabupaten kota.
"Awalnya langsung didistribusikan sebanyak 50 persen dari total pengadaannya. Kemudian sisanya, didistribusikan secara bertahap sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang," ungkap Lila.
Kini, tambahnya, PMT tersebut telah terdistribusi sebanyak 81.56 persen untuk Balita.
Untuk ibu hamil sebanyak 67.94 persen. Sisanya lagi, akan disitribusikan kembali berdasarkan hasil pengamatan petugas di lapangan.
"Pendistribusian PMT ini sedikit berbeda dengan bantuan sosial lainnya, ada standar takaran tertentu untuk masing-masing kondisi. Jadi pendekatan untuk masing-masing pasien akan berbeda. Itu makanya kita tidak membagikannya secara gelondongan," ungkap Lila.
Selain itu, menurutnya pola demikian juga efektif untuk memastikan bantuan, agar tepat sasaran dan dikonsumsi oleh objek.
Terutama yang tercatat sebagai balita atau ibu hamil yang perlu mendapatkan tambahan asupan gizi.
"Kami menghindari terjadinya salah pemanfaatan. Bisa saja sebenarnya itu diberikan tidak bertahap, tapi siapa yang bisa jamin itu akan betul-betul dikonsumsi oleh yang berhak," jelas Lila.
Sementara sisa dari masing-masing PMT yang saat ini masih berada di gudang sebanyak 5.547 kotak PMT balita stunting dan 10.913 kotak PMT Bumil. Menurutnya, data itu akan terus bergerak seiring dengan masih tengah berjalannya proses pendistribusian di lapangan.
Selain melalui kabupaten kota, pendistribusian PMT juga ada yang disalurkan melalui kegiatan edukasi keluarga yang digagas oleh Dinkes Sumbar.
Dia melanjutkan, dalam waktu dekat jumlah itu akan terus berkurang. Karena akan disalurkan lagi pada penerima.
"Bahkan dalam 10 hari ke depan, Insya Allah 10.000 kotak lagi PMT akan disalurkan kembali kepada masyarakat," pungkasnya (drz/adpsb)
Halaman 12


Komentar