.
"Dari berbagai ajang di ikutilah saya mendapatkan informasi ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) diadakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Dan sejak duduk dibangku kelas X, saya sudah ikut OSN. Mulai tingkat kota provinsi dan nasional. OSN tingkat nasional ini saya sudah kelas XI," ucapnya.
Ia mengatakan segala persiapan pun dilakukan menjelang OSN Nasional ini. Belajar dengan giat dan tekun.
"Kemudian menimba ilmu dengan senior, dosen maupun guru. Juga belajar lewat lembaga-lembaga lain secara online," ujarnya.
Dalam ajang OSN Nasional, Zahran sendiri meraih medali perunggu saat itu.
"Dari 30 medali yang menang diseleksi lagi melalui pelatihan nasional (Pelatnas). Ada tiga tahap yang mesti dilewati dalam seleksi tersebut dengan durasi dua minggu tiap tahap," ungkap Zahran.
Ia mengatakan dari tiga tahap dilalui saat di Pelatnas, Alhamdulillah,dia salah satu dari lima siswa terpilih mewakili Indonesia dalam ajang IOAA ini. Saat ajang itu diikuti 200-an peserta dari 52 negara.
Para peserta harus menempuh perjalanan panjang untuk bisa menyabet medali, yakni melewati beberapa ronde.
"Perwakilan Indonesia pun melewati sejumlah ronde. Yakni Ronde Team Competition, Ronde Teori, Ronde Analisa Data, Ronde Observasi Lapangan, dan Ronde Observasi Planetarium. Hingga akhirnya meraih medali perunggu," ungkap Zahran.
Ia bersyukur dan berterima kasih kepada kedua orang tua yang selalu mendoakan.
"Terima kasih tentunya kepada pendamping kami, Dr Hakim L Malasan dan kepada ketua tim kami, Dr Rer Nat M Ikbal Arifyanto yang sudah sangat luar biasa membawa tim kami," ucapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari keluarga besar SMAN 1 Padang, kepala sekolah dan guru-guru. yang selalu mendoakan.
"Kemudian juga terima kasih kepada teman-teman yang membantu mendoakan serta pihak terkait atas doanya yang tidak putus," tutur Zahran.
Zahran juga mengungkapkan alasan dia tertarik dengan bidang astronomi. Pasalnya bidang itu membuatnya mengenal planet dan alam semesta dengan jangkauan lebih luas.


Komentar