M Djamil Berhasil Lakukan Operasi Kelainan Tulang Belakang: Tingkat Kebengkokan jadi 50,24 Derajat, Pertambahan Tinggi Capai 11 Cm

Metro- 31-08-2023 17:48
Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS saat konferensi pers di Auditorium RSUP M Djamil, Kamis (31/8). (Dok : Istimewa)
Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS saat konferensi pers di Auditorium RSUP M Djamil, Kamis (31/8). (Dok : Istimewa)

.

Setelah dilakukan penilaian oleh tim multidisiplin, tutur Dovy, direncanakan tindakan koreksi. Namun tentu ada risiko yang akan dihadapi. Semua hal itu sudah dijelaskan ke keluarga pasien.

"Setelah itu dilakukan pemeriksaan, pada tanggal 20 Agustus pasien sempat pulang. Pasalnya untuk tindakan koreksi itu butuh persiapan. Mulai dari mempersiapkan alat-alat pendukung sebab operasi tulang belakang ini penuh risiko, termasuk kesiapan tim yang telah dibentuk," paparnya.

Pada tanggal 21 Agustus, sebut Dovy, pasien kembali masuk ke RSUP M Djamil. Dan pada 23 Agustus, pasien dilakukan tindakan operasi dengan ketua tim Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine untuk pemasangan pedicle screw untuk meluruskan tulang yang bengkok tersebut. "Dan pasien menjalani perawatan sehari di ICU pascaoperasi," ungkap ayah dua anak ini.

Ia menekankan RSUP M Djamil sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menatalaksanakan kasus yang sebenarnya ini kerja yang memang harus dilakukan seoptimal mungkin. "Sehingga kita bisa memberikan tata laksana baik kepada pasien yang dilakukan tim multidisiplin RSUP Dr M Djamil," tuturnya.

Dengan tindakan-tindakan yang dilakukan ini, RSUP M Djamil adalah rumah sakit sub spesialistik yang bisa memberikan layanan pada ortopedi.

"Kalau kami melihat kasus ini sulit. Kalau dulu kasus tersebut dibiarkan saja. Karena ilmu kesehatan berkembang dan teknologi semakin baik maka kasus itu bisa ditangani," paparnya.

Di samping itu, tutur Dovy, juga menunjukkan sumber daya manusia (SDM) dipunyai RSUP M Djamil sudah mumpuni.

Ditunjukkan tim multidisiplin bekerja dengan baik dalam penatalaksanaan kasusadolescent idiophatic scoliosis.

"Jadi tindakan itu sudah bisa dilakukan di RSUP M Djamil. Tak perlu jauh-jauh lagi berobat ke luar Sumbar atau pun luar negeri," tegas Dovy seraya mengatakan ini menjadi penambah semangat kami dalam memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Operasi Kelainan Tulang Belakang Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine mengatakan kasus ini umumnya dialami anak perempuan pada fase pertumbuhan yang cepat dengan rentang usia 10 sampai 20 tahun. Bisa dibandingkan dari 10 kasus, 8 kasus skoliosis dialami perempuan.

"Rata-rata pasien dengan tingkat kebengkokan di atas 40 derajat disarankan operasi," tutur Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar ini. (ril)

Komentar