Padang, Arunala.com - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib, didaulat jadi pembina upacara bendera HUT Kemerdekaan Indonesia Ke-78 di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar, di Padang, Kamis (17/8).
Pada kesempatan tersebut Suwirpen menyinggung sejumlah isu strategis dalam lingkup kinerja KPID jelang Pemilu 2024.
"Kita telah memasuki tahun politik, KPI sebagai induk dari KPID sangat berperan penting dalam menjaga netralitas penyiaran dimana banyaknya politisi memiliki bisnis televisi," katanya.
Dia mengatakan, Undang-Undang telah mengatur bahwa penyiaran merupakan unsur yang harus berada pada posisi netral, tidak boleh memihak kepada golongan tertentu. Tidak bisa dipungkiri bisnis industri televisi masih terkontaminasi terhadap unsur politik karena berkaitan dengan pemilik, sehingga menyiarkan kepentingan pemilik masing-masing.
"Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi KPID, nantinya harus tercipta pola pembagian porsi yang sama untuk peserta Pemilu. Dengan keberadaan KPID, maka terciptalah Pemilu yang sehat dan berintegritas," katanya.
Dia berharap dalam waktu dekat, KPID harus mengoptimalkan kinerja untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilu jelang pergantian pemimpin Indonesia.
Tidak hanya itu KPID juga berkepentingan untuk menyuguhkan penyiaran cerdas dan berimbang di tengah masyarakat, apalagi sebentar lagi pemilihan presiden, legislatif hingga kepada daerah.
"Untuk itu KPID mesti berkoordinasi dengan unsur terkait, untuk menunjang kinerja," katanya.
Di sisi lain, Suwirpen juga menyinggung terkait program pemerintah pusat terkait alih televisi analog ke digital yang diharapkan berjalan sukses. Program pengalihan itu disebut dengan Analog Swit Off (ASO). Dengan adanya oeraliham ini maka penggunaan frekuensi televisi lebih efisien, sehingga masyarakat bisa menikmati tayangan yang lebih jernih.
Sementara itu Ketua KPID Sumbar, Robert Cennedi, mengatakan, KPID Sumbar secara kelembagaan berkomitmen untuk menjalankan tugas-tugas sesuai dengan aturan yang berlakunext


Komentar