Wawancara Khusus dengan Prof Irwandi Jaswir MSc Phd, Pakar Halal Sains Internasional: Indonesia Perlu Memperkuat Ekosistem Halal

Ekonomi- 10-09-2023 06:05
Prof Irwandi Jaswir MSc Phd bersama Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin saat World Islamic Entrepreneur Summit 2023. (Dok : Istimewa)
Prof Irwandi Jaswir MSc Phd bersama Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin saat World Islamic Entrepreneur Summit 2023. (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Industri halal saat ini tengah digandrungi banyak negara di berbagai belahan dunia. Tidak hanya negara muslim, tapi juga negara-negara non-muslim. Mengapa demikian, karena industri halal memiliki nilai pasar yang fantastis, mencapai 3,1 triliun dollar AS per tahun.

Besarnya nilai pasar tersebut tentu saja membuat banyak negara tergiur untuk menjadi pemain besar dalam industri halal. Termasuk juga Indonesia, yang kini mulai membidik jadi Pusat Halal Dunia.

Berikut petikan wawancara khusus jurnalisArunala.com, Fajril dengan Pakar Halal Sains Internasional yang juga Peraih King Faisal International Prize Laureate 2018, Prof Irwandi Jaswir MSc PhD di Hotel Pangeran Beach, Sabtu (9/9).

Apa maksud industri halal?

Prof Irwandi Jaswir: Kita harus samakan pemahamannya. Semua orang berbicara tentang industri halal. Dari perspektif agama jelas. Halal itu apa-apa yang dibolehkan agama. Lawannya haram.

Ketika dia menjadi industri, maka mulailah terjadi kerancuan dalam arti semua orang melabelkan sesuatu kadang-kadang tidak sesuai dengan perspektif yang betul. Okelah kita tidak berdebat tentang itu.

Sekarang kita harus menyamakan persepsi bahwa industri halal ini perlu kerja sama dengan semua orang. Terutama kaum muslimin.

Di Indonesia sendiri ada sekitar 250 juta muslim.

Kalau kita tidak bersatu merebut peluang yang ada maka kita akan jadi pasar. Dan itulah yang terjadi selama ini.

Bagaimana kita sekarang membalikkan keadaan.

Industri halal secara teori memiliki pasar 3,1 triliun dolar per tahun. Angka yang fantastis.

Dari berbagai sektor baik pangan, obat-obatan, kosmetik, alat perlindungan diri, traveling, modest fashion dan lainnya.

Sayang sekali kita belum menjadi pemain utamanya di peringkat global.Alhamdulillahya sekarang, Indonesia sudah mengarah ke sananext

Komentar