.
Ia mengatakan, RSUP M Djamil bertekad untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan yang bermutu, terutama kesehatan ibu dan anak.
Karena indikator yang menentukan derajat kesehatan suatu negara adalah angka kematian ibu dan angka kematian bayi.
"Oleh karena itu, kita berusaha untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui implementasi buku KIA dan Buku Khusus Bayi Kecil ini. Diharapkan seluruh riwayat kesehatan ibu dan bayi tercatat dalam buku tersebut. Sehingga memudahkan tenaga kesehatan dalam menentukan penyakit dan tatalaksana yang akan diberikan," tutur Dovy.
Sementara itu, Plt Direktur Layanan Operasional dr Asrawati SpA (K) MBiomed mengatakan angka kematian ibu di Indonesia mencapai 305 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara angka kematian bayi mencapai 24 per 1000 kelahiran hidup.
"RSUP Dr M Djamil dengan 24/7 CEmONC dan bagian dari sistem rujukan darurat ibu dan bayi diharapkan menekan angka kematian ibu dan bayi. Ini sesuai target pada tahun 2024 tercapai AKI 183 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 16 per 1000 kelahiran hidup," harapnya.
Ia menyebutkan kegiatan rutin dari tim CEmONC RSUP M Djamil meliputi manajemen tim CEmONC (management quality dan komite keselamatan pasien, dan morning report), manajemen kasus CEmONC (penjadwalan dokter, bidan dan perawat).
"Kemudian kamar inap, menyediakan fasilitas CEmONC, pelatihan dan pendidikan CEmONC, pembinaan rumah sakit BEmONC dan rumah sakit 24/7 CEmONC. Dan memastikan ibu dan bayi memiliki buku KIA dan buku khusus bayi kecil," tukas Asrawati.
Untuk diketahui, kunjungan 9 negara dalam kegiatan knowledge sharing program" ini difasilitasi oleh Japan International Cooperation Agency bersama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Sekretariat Negara. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 10 hingga 15 September 2023.
Selain tour hospital RSUP M Djamil Padang, peserta melakukan kunjungan ke Posyandu Kota Solok dan Dasawisma Kabupaten Tanahdatar. (ril)
Halaman 12


Komentar