Yaminu Rizal: Penyaluran Dana Desa Tidak Ada Komplain

Metro-68 hit 16-11-2020 11:42
Asisten I Sekko Kota Pariaman Yaminu Rizal beberkan transparansi dana desa kepada TPKTDD Sumbar  2020, Senin (16/11). (Foto : Istimewa)
Asisten I Sekko Kota Pariaman Yaminu Rizal beberkan transparansi dana desa kepada TPKTDD Sumbar 2020, Senin (16/11). (Foto : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Proses transparansi penyaluran Dana Desa di Kota Pariaman dinilai Tim Penilai Kompetensi dan Transparansi Dana Desa (TPKTDD) Sumbar, Senin (16/11).

Tim yang diketuai pamong senior Rusdi Lubis itu menggali sejauh mana pengelolaan dan pendistribusian Dana Desa yang didapat Pemko Pariaman selama ini pada masyarakatnya yang terdampak Covid-19.

Penjelasan Asisten I Sekko Pariaman, Yaminu Rizal dihadapan Tim TPKTDD, dropping dana desa di kotanya untuk masyarakat terdampak Covid-19, tidak ada gejolak dan tak ada komplain.

Baca Juga

"Soalnya penyalurannya dilakukan secara transparan dan ada semua berita acara siapa yang menterima dan siapa yang tidak ada verifikasinya. Semua dapat, kecuali ASN, TNI dan Polri serta pekerja BUMN/BUMD di Pariaman," ujar Yaminu Rizal.

Dia mengaku, dana desa berkah bagi Pariaman, karena pemanfaatanya sangat luar biasa, termasuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Pariaman.

Yaminu Rizal menambahkan Kota Pariaman menjadi pioner penyaluran BLT di Indonesia. Itu terjadi pada April lalu. Kini penyaluran BLT di Kota Pariaman berada pada posisi November.

"Dillihat dari proses penyaluran dana desa di Pariaman itu sejauh ini, nyatanya diapresiasi langsung Menteri Desa. Kini pembayaran BLT tahap III juga sudah kami lakukan," aku Yaminu Rizal.

Hal lain disampaikannya, dalam penyaluran dana desa itu, pemko juga berinovasi dengan membentuk pendamping desa berdikari yang memback-up pemanfaatan dana desa tepat sasaran.

"Kini setiap desa di Pariaman ada satu orang pendampingnya," ujarnya. Sedangkan, ketuaTPKTDD Sumbar, Rusdi Lubis merasa terkejut pembagian uang BLT di Pariaman tak ada komplain.

"Masa nggak ada komplain, kok bisa Pariaman no komplein BLT Dana Desa, setahu saya di negeri kita ini, kertas aja dibagi yang nggak dapat pasti ribut. Ini BLT dari dana desa, uang tidak ribut, atau ada ribut tapi diredam oleh pemkonya," tanya Rusdi Lubis.

Sementara Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar Adrian Tuswandi yang juga anggota TPKTDD mengatakan adanya ketransparansiann dna ketaatan azaz terjadap regulasi menjadi kunci tak ada riak bagi BLT dana desa di Pariaman.

"Kuncinya ada transparan dan tak ada duata di antara kita soal pembagian BLT dana desa, terutama dalam mengungkapkan by name by adress dalam pemberian BLT," kata Adrian.

Komentar