Dinilai Berhasil Bina Desa, Nagari dan Kelurahan: Sumbar Raih 5 Penghargaan dari Kemendagri

Metro- 12-11-2023 16:22
Kabid Pemnag Dinas PMD Sumbar, Desrianto Boy menerima penghargaan dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, untuk Pemprov Sumbar, di Jakarta, Minggu (12/11). (Dok : Istimewa)
Kabid Pemnag Dinas PMD Sumbar, Desrianto Boy menerima penghargaan dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, untuk Pemprov Sumbar, di Jakarta, Minggu (12/11). (Dok : Istimewa)

Arunala.com - Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, serahkan penghargaan pada Pemprov Sumbar, karena dinilai berhasil dalam pembinaan desa kelurahan.

Ada lima penghargaan yang diraih Sumbar, yakni empat penghargaan menyangkut evaluasi perkembangan desa dan kelurahan (Epdeskel), dan program desa dan kelurahan (Prodeskel), serta satu penghargaan stand terbaik 3 nasional Pekan Inovasi Desa dan Kelurahan (Pindeskel) 2023.

Untuk penghargaan Epdeskel diraih Sumbar untuk kategori Cepat Berkembang Tertinggi dan kategori Cakupan Pengisian Tertinggi. Lalu, dua penghargaan Prodeskel atas pembinaan dan prestasi yang diraih untuk klasifikasi Swasembada Tertinggi yang diberikan kepada Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Lima penghargaan ini diserahkan langsung Dirjen Bina Pemerintahan Desa, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, pada Kabid Pemnag Desrianto Boy yang mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar.

"Keberhasilan ini hasil kerja keras Dinas PMD Sumbar bersama dengan Dinas PMN di kabupaten dan kota yang tidak henti dalam pembinaan nagari, desa dan kelurahan. Ini tentunya tidak terlepas dari arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar serta para bupati dan wali kota," kata Desrianto Boy.

Sebelumnya, pada pembukaan Pindeskel yang berlangsung Jumat-Minggu (10-12/11) itu, Irjen Kemendagri, Tomsi Tohir Balaw mewakili Mendagri menyebut, Pindeskel merupakan ajang mempublikasikan berbagai keberhasilan dan inovasi yang telah dilakukan pemerintah daerah dan desa maupun kelurahan.

"Inovasi itu terkait penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan. Kegiatan ini juga merupakan wadah konsolidasi dan sharing informasi bagi penguatan tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan serta inovasi di wilayah masing-masing," ujar Tomsi Tohir.

Secara rinci Tomsi Tohir memaparkan, penerima penghargaan pelaksanaan pembinaan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan kategori cakupan pengisian tertinggi tingkat provinsi, yaitu DKI Jakarta (100 persen), Banten (99,81 persen), DI Yogyakarta (94,29 persen), Bali (94,27 persen), dan Sumbar (93,36 persen)next

Komentar