.
Penguatan dilakukan seiring dengan penetapan zona-zona penangkapan ikan berbasis kuota, demi menyeimbangkan kelestarian laut dan ekonomi biru bagi masyarakat.
"Sebagai daerah maritim, Sumbar tentu harus memiliki sistem pengawasan yang kuat di wilayah perairan, salah satunya dengan adanya salifish ini. Sehingga, dapat digunakan untuk meningkatkan penjagaan terhadap kedaulatan dan kelestarian laut, yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat," kata Reti.
Namun demikian, kata Reti lagi, Pemprov Sumbar akan senantiasa meningkatkan kerja sama yang sinergitas dengan berbagai pihak dalam hal menjaga kedaulatan tersebut.
"Terutama dengan aparatur TNI/Polri, mengingat cakupan wilayah perairan Sumbar yang cukup luas," ucapnya.
Ia menjelaskan pemanfaatan tiga kapal yang dioperasikan ini. Untuk Kapal Pengawas Sailfish nanti akan dioperasionalkan oleh bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) DKP Sumbar. Speedboat Konservasi Chilonia Mydas akan dioperasikan di kawasan konservasi perairan Pesisir Selatan (Pessel).
Sementara Speedboat Konservasi Anemon akan dioperasikan di kawasan konservasi perairan Kota Padang yang dikelola oleh UPTD Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Sumbar.
"Speedboat Konservasi ini, selain kegiatan konservasi juga bisa sebagai sarana penunjang untuk kegiatan pengawasan dalam kawasan konservasi," tukas Reti.(ril)
Halaman 12


Komentar