Pasangan AMIN Umumkan Timnas Pemenangan

Metro- 14-11-2023 19:18
Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bersama Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Syaugi Alaydrus usai pengumumkan Timnas AMIN, Jakarta Pusat, Selasa (14/11). (Dok : Istimewa)
Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar bersama Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Syaugi Alaydrus usai pengumumkan Timnas AMIN, Jakarta Pusat, Selasa (14/11). (Dok : Istimewa)

Jakarta, Arunala.com -- Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), dihadapan partai pendukungnya resmi mengumumkan secara lengkap struktur tim pemenangan pasangan ini pada pilpres 2024, di Jalan Pangeran Diponegoro No 10, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/11).

Tim yang dibentuk dinamai Timnas Pemenangan AMIN, Anies menyebut Timnas AMIN ini sengaja dibentuk seperti tim sepakbola. Dia berharap timnya bisa mengisi peran satu sama lain untuk memenangkan AMIN di pilpres mendatang.

"Ini sebagaimana sebuah tim sepakbola. Ada line up. Tapi ketika sudah bertanding siapa saja bisa tendang bola itu. Ini adalah line up yang harapannya memperluas gerakan," kata Anies.

Sebagai kapten Timnas AMIN, ditunjuk Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Syaugi Alaydrus, alasannya ia dinilai memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang amat baik.

"Kita ingin agar ketua kapten ini benar-benar bisa mengelola sumber daya yang kita miliki menjadi efesien, efektif dalam mencapai tujuan," kata Anies.

Seperti diketahui, Syaugi yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1984 dan peraih Adhi Makayasa ini juga dinilai Anies memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni.

Pernah menjabat Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau dikenal dengan Basarnas, Syaugi dianggap mampu mengelola organisasi yang cukup besar.

"Kita juga berharap dengan pengalaman yang beliau miliki, dengan jaringan yang beliau miliki, akan punya kontribusi yang sangat besar di dalam tim pemenangan ini," pungkas Anies.

Selain Syaugi sebagai kapten Timnas AMIN, adapun 12 co-captain, sekretaris jenderal, bendahara, dan tim hukum nasionl. Masing-masingnya Sudirman Said, Thomas Trikasih Lembong, Al Muzzammil Yusuf, Nihayatul Wafiroh.

Kemudian ada Azrul Tanjung, Nasirul Mahasin, Leontinys Alpha Edison, Yusuf Muhammad Martak, Ki KRT H Lebdo Nagoro Anom Suroto (KI Anom Suroto), Muhammad Jumhur Hidayat, Maksum Faqih, Suyoto.

Selanjutnya Novita Dewi (Sekretaris Jenderal), Gede Widiade (Bendahara), Ari Yusuf Amir (Tim Hukum Nasional). (cpt/*)

Komentar