Wakil Ketua DPRD Sumbar Bantu SMKN 8 Padang: Miliki Skill, Tamatan SMK Bisa Buka Lapangan Kerja

Edukasi- 15-01-2024 20:02
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib serahkan bantuan SMKN 8 Padang, Senin pagi (15/1). (Dok : Istimewa)
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib serahkan bantuan SMKN 8 Padang, Senin pagi (15/1). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Sumbar, diharapkan bisa membuka usaha atau lapangan kerja setelah tamat sekolah nanti. Dengan begitu, bisa mengurangi beban pemerintah dalam menekan angka pengangguran yang berpotensi meningkat setiap tahun.

Ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib saat memotivasi siswa dan siswi SMKN 8 Padang di sekolah itu, Senin pagi (15/1).

"Setelah lulus pendidikan formal, jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, namun harus berani membuka lowongan kerja sendiri karena milik skill. Sudah banyak wirausahawan yang sukses dalam sektor apapun. Lulusan SMK juga bisa melakukan hal yang sama," kata Suwirpen

Dia mengatakan, kunci kesuksesan bukan hanya sekedar skill atau faktor penunjang lainya, namun juga doa dari orang tua.

"Untuk itu jadilah anak yang berbakti kepada keluarga teman maupun guru-guru yang menuntun untuk menuju kesuksesan," tukasnya.

Dalam kesempatan itu Suwirpen juga menyerahkan bantuan mobiler senilai Rp 600 juga untuk operasional SMK 8 Padang itu.

" Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan menunjang lahirnya wirausahawan-wirausahawan baru setiap tahunnya," ucap Suwirpen.

Dalam kunjungannya ke SMKN 8 Padang, Suwirpen juga mengadakan kuis dengan melontarkan beberapa pertanyaan dan mendapatkan hadiah sebagai motivasi kinerja.

Untuk diketahui, sambung Suwirpen, angka pengangguran di Sumbar masuk dalam peringkat 8 tertinggi nasional dengan angka 5,94 persen.

Hal ini mengacu pada data terbaru Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2023.

"Dengan TPT ini menjadikan Sumbar masuk daftar 10 provinsi dengan jumlah pengangguran tertinggi di Indonesia, menyusul Sumatera Utara 5,89 persen dan Papua Barat 5,38 persen," terangnya.

Terkait pendidikan di Sumbar, Suwirpen mengatakan, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sumbar ke depan. Sarana prasarana (Sapras) penunjang sektor pendidikan harus diperhatikan. Melihat kondisi sekarang masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan Sapras untuk belajar para siswa.

"Banyak yang harus dibenahi pada sektor pendidikan, terutama untuk SMA dan SMK yang notabene adalah kewenangan pemerintah provinsi (Pemprov)," kata Suwirpen. (cpt)

Komentar