Bagindo Dahlan Abdoellah Diharapkan Jadi Pahlawan Nasional

Metro- 17-01-2024 20:12
Gubernur Sumbar, Mahyeldi dalam acara bedah buku Bagindo Dahlan Abdoellah di kantor BRIN, Jakarta, Rabu (17/1). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi dalam acara bedah buku Bagindo Dahlan Abdoellah di kantor BRIN, Jakarta, Rabu (17/1). (Dok : Istimewa)

Jakarta, Arunala.com - Sejarah perjuangan dari sosok Bagindo Dahlan Abdoellah jadi pembicaraan hangat pada acara bedah buku "Bagindo Dahlan Abdoellah; Penyemai Nasionalisme Indonesia dan Diplomat Pionir yang Terlupakan", yang diadakan di Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Rabu (17/1).

Pada buku yang ditulis oleh akademisi Universitas Leiden asal Sumbar, Dr Suryadi itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menilai sudah sepatutnya Bagindo Dahlan Abdoellah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

"Perjuangan Bagindo Dahlan Abdoellah perlu diketahui dan dipahami oleh generasi saat ini. Beliau adalah salah satu orang pertama yang menyampaikan kata 'Indonesia' dan 'Orang Indonesia'. Itu beliau sampaikan dalam ceramah akademik yang disampaikan saat Lustrum Perkumpulan Mahasiswa Indologi di Leiden Belanda pada 23 November 1917 silam," ucap Mahyeldi.

Sejarah perjuangan Bagindo Dahlan Abdoellah tersebut, sambung Mahyeldi, perlu diketahui dan dipahami generasi penerus bangsa. Sehingga semangat nasionalisme menjadi semakin kuat dan semangat berbuat bagi bangsa dan negara semakin tumbuh.

Oleh karena itu, Mahyeldi menilai sudah sepatutnya Bagindo Dahlan Abdoellah segera diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

"Terima kasih kepada BRIN dan para narasumber yang telah menyediakan ruang serta menggali segala informasi tentang sejarah perjuangan Bagindo Dahlan Abdoellah. Hanya saja, kami di Sumbar berharap agar pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Lembaga terkait semakin objektif dalam menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional," ucap Mahyeldi lagi.

Terlebih, ulasnya, fakta sejarah telah menegaskan posisi Sumbar sebagai daerah tempat lahirnya banyak pejuang, pendiri, penyelamat, hingga proklamator bangsa.

Selain itu, banyak peristiwa Sejarah bangsa yang berlangsung di Sumbar, sehingga gelar Pahlawan Nasional seharusnya lebih mudah dilekatkan kepada sejumlah pejuang asal yang telah lama diusulkan, tetapi belum kunjung menerima penganugerahan dari pemerintahnext

Komentar