Kolaborasi M Djamil, FK Unand dan PT CTI: Diluncurkan Menkes, Kit Diagnostik MRSA Persingkat Waktu Identifikasi MRSA

Metro- 23-02-2024 21:16
Prosesi peluncuran produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker ditandai dengan pemukulan gendang di Auditorium RSUP M Djamil Padang, Jumat (23/2). (Dok : Istimewa)
Prosesi peluncuran produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker ditandai dengan pemukulan gendang di Auditorium RSUP M Djamil Padang, Jumat (23/2). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - RSUP M Djamil bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan PT Crown Teknologi Indonesia menelurkan produk panel deteksi cepat metchillin resistant staphylococcus aureus (MRSA) moluker. Produk kit diagnostik MRSA yang telah memiliki izin edar ini dapat mempersingkat identifikasi MRSA dari 3-5 hari menjadi 3-4 jam.

Peluncuran produk itu ditandai dengan pemukulan gendang oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua.

"Deteksi dini bakteri ini penting agar kita bisa memberikan antibakteri yang sebenarnya sudah diketahui antibiotiknya. Cuma gara-gara ngasihnya trial and error atau coba-coba dulu akibatnya orang jadi resisten. Karena coba-coba, untuk deteksi dininya susah," kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan.

Ia merasa senang ketika pak Dr Andani (Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas) bersama RSUP M Djamil dan PT Crown Teknologi Indonesia membuat alat skrining deteksi dini bakteri. Dan menggunakan teknologi PCR atau biomolekuler.

Kenapa disarankan menggunakan PCR? Karena thanks to Covid. PCR yang tadinya di Indonesia cuma 10 alat sekarang menjadi 1.000 alat PCR.

"Dengan makin tersedianya PCR di laboratorium kesehatan masyarakat dalam dua tahun ke depan kemampuan kita mendeteksi dini dan skrining semakin bagus. Kita tetap menjaga orang sehat dan tidak usah sakit. Sehingga pendapatan per kapita kita di atas 13 ribu dolar. Ini supaya kita menjadi negara maju," ucap Menkes.

Ia mengatakan, produk ini berfungsi untuk mendeteksi dini dan skrining bakteri. Produksi buatan bangsa Indonesia ini terbuat dalam bentuk reagen cairan bahan baku yang digunakan mesin PCR. Gunanya untuk mendeteksi jenis bakterinya dan dia resisten dengan antibiotik alpanext

Komentar