Arunala.com - Menyikapi dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa salah seorang warganya, Pemprov Sumbar langsung bergerak cepat untuk melakukan pendampingan.
"Kami beserta jajaran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, yang kebetulan memang sedang berada di Jakarta, langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak dan melakukan penjangkauan dan pendampingan terhadap korban," ungkap Kepala DP3AP2KB Sumbar, Herlin Sridiani, Jumat (23/2).
Menurut Herlin, korban merupakan seorang gadis belia berusia 14 tahun. Sebut saja namanya Via (nama samaran, red). Saat ini, gadis yatim piatu asal Pesisir Selatan (Pessel) ini ditempatkan di Panti Sosial Bina Insani Cipayung, Jakarta Utara.
"Kondisinya baik, kelelahan pasti ya. Saat ini kami bersama Badan Penghubung Provinsi Sumbar, UPTD PPA DKI Jakarta, UPPA Polres Jakarta Utara tengah memberi pendampingan psikologis dan hukum terhadap korban," jelas mantan direktur RSUD Dr. Rasyidin Padang ini.
Kronologis yang disampaikan Via, begitu miris. Puluhan anak-anak dibawa dari Pessel ke Padang, kemudian ke Pekanbaru hingga ke Pulau Batam, baru sampai ke Jakarta.
Selanjutnya, mereka dipisahkan sampai tidak pernah ketemu satu dengan yang lainnya. Awalnya mereka dijanjikan uang Rp 5 juta plus iphone dan bekerja di Padang. Namun faktanya, jauh panggang dari api.
Singkat cerita, Via ditemukan kebingungan oleh seorang penjual kopi keliling, Wahati, 50, dibawah kolong Tol Ancol. Ia menangis dan meminta perlindungan agar bisa tinggal di rumah Wahati.
"Ini sangat sensitif, penanganan perlu dilakukan secara soft, agar jangan sampai korban mengalami trauma yang berkepanjangan. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan DPPPA Kabupaten Pesisir Selatan, hingga Bareskrim Polri," pungkasnya. (drz/adpsb)


Komentar