.
"Sebenarnya boat itu tidak tenggelam, tapi boat tersebut kemasukan air ketika terjadi perubahan cuaca dan memang ada badai. Jadi di saat kondisi itu, operator boat sudah meminta jumlah penumpang yang ada di boat itu dikurangi, karena penumpangnya cukup banyak yakni 14 orang ditambah dengan beban dari logistik pemilu," papar Halomoan.
Kemudian, lanjutnya, saat boat menuju Saibi dari Desa Sigaluma, tengah perjalanan terjadi badai dan air masuk ke dalam boat. Melihat itu, sambung Halomoan, operator lalu hidupkan mesin boat dan loncat ke laut agar boat tidak tenggelam.
Dia menjelaskan, dengan masuknya air ke dalam boat membuat sebagian kotak suara yang berisikan hasil penghitungan suara rusak, termasuk C hasil juga dalam kondisi tidak bisa lagi dibaca.
"Namun begitu, masih ada kotak suara yang masih bisa kami selamatkan sehingga bisa dilakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan," kata Halomoan. (cpt)


Komentar