Rangkaian HUT Bank Nagari, 101 Pendonor Ikut Donor Darah

Metro- 06-03-2024 22:16
Pemimpin Bank Nagari Cabang Pasar Raya Hendri Masri saat mendonorkan darah disaksikan Bendahara PMI Kota Padang Masri Saun dan Pemimpin Divisi Kepatuhan Eka Andria Putra, Rabu (6/3). (Dok : Istimewa)
Pemimpin Bank Nagari Cabang Pasar Raya Hendri Masri saat mendonorkan darah disaksikan Bendahara PMI Kota Padang Masri Saun dan Pemimpin Divisi Kepatuhan Eka Andria Putra, Rabu (6/3). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Bank Nagari bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang mengadakan kegiatan donor darah di Kantor Pusat Bank Nagari, Jalan Pemuda No 21 Padang, Rabu (6/3). Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-62 Bank Nagari itu diikuti 101 pendonor.

Selain pegawai Bank Nagari, aksi sosial donor darah ini diikuti nasabah, mitra kerja dan masyarakat. Di antara pendonor darah saat itu terlihat Pemimpin Bank Nagari Cabang Pasar Raya Hendri Masri dan Kabag Humas Affino Stephie.

"Bank Nagari secara rutin menggelar donor darah. Misalnya pada saat HUT dan pada saat peringatan Hari Kemerdekaan RI. Aksi sosial ini digelar dalam rangka kemanusiaan menuju pintu surga," kata Pemimpin Divisi Human Capital yang juga Wakil Ketua Panitia HUT ke-62 Bank Nagari Dedi Indra, saat membuka kegiatan ini.

Dedi Indra menyebutkan, Bank Nagari akan terus mengupayakan agar kegiatan donor darah tersebut dapat dilakukan setidaknya dalam jangka waktu dua bulan sekali.

"Caranya, kita umumkan terus, sehingga kita punya partisipan sebagai anggota pendonor lewat Bank Nagari. Selain itu, nasabah kita banyak, bisa kita panggil, termasuk juga karyawan kita yang ada di kantor utama, dan beberapa cabang yang ada di Kota Padang," tuturnya didampingi Koordinator Kegiatan Sosial HUT ke-62 Bank Nagari Eka Andria Putra.

Pada kesempatan itu Bendahara PMI Kota Padang Masri Saun mengapresiasi Bank Nagari dalam upaya memenuhi kebutuhan darah di PMI.

"Apalagi, sekarang ini PMI membutuhkan darah yang permintaannya selalu meningkat dikarenakan bertambahnya rumah sakit, bertambahnya orang sakit sementara stok darah yang bisa dikatakan selalu kekurangan," tukasnya. (ril/*)

Komentar