Padang, Arunala.com - Universitas Andalas menggandeng PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) untuk memberikan pembekalan kepada seluruh calon wisudawan di Convention Hall Unand, Rabu (6/3). Menghadirkan narasumber M Haidar Ramdani (People Business Partner Sumbagteng) dan Muhammad Rizki (CEO Meer Group), pembekalan itu mengusung tema Let'go Beyond, Encounter your New Challenge with Profesional Outlook.
"Pembekalan in dirancang untuk para lulusan pada wisuda kedua tahun 2024, dengan memberikan pembekalan sebelum terjun ke dunia kerja" kata Kepala UPT Kewirausahaan Universitas Andalas Dr Nofialdi MSi.
Diketahui sekitar 1.334 wisudawan yang akan diwisuda pada periode II tahun ini, dan semuanya diharuskan mengikuti pembekalan.
Dosen Fakultas Pertanian ini menuturkan Universitas Andalas menghasilkan lulusan terkemuka dan bermatabat dengan tujuan utama lulusan yang berdaya saing, memiliki jiwa kewirausahaan serta berkarakter.
"Setiap lulusan harus punya daya saing dan jiwa kewirausahaan serta karakter," sambungnya.
Ia mengatakan ketika memasuki dunia kerja pertama kali yang dilihat adalah pengetahuan dan keterampilan. "Tetapi agar bisa bertahan di lingkungan kerja juga dibutuhkan attitude, sikap dan karakter sehingga bisa berkarir lebih jauh," ucapnya.
Menurutnya, pembekalan terhadap lulusan menjadi hal yang baik. Pasalnya keberhasilan di dunia kerja tidak hanya hard skill tetapi juga soft skill. "Seperti kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, dan kemampuan membagi waktu," tuturnya.
Sementara itu, Manager Consumer Mobile Branch Padang Hasanul Haq menilai kehadiran calon wisudawan mengikuti pembekalan sebelum wisuda sangat baik agar tetap semangat dan optimis meraih cita-cita yang diimpikan.
Baginya, kegiatan ini sangat perlu dan Universitas Andalas memahami kebutuhan para wisudawan terkait apa yang dijalankan setelah mengikuti prosesi wisuda.
"Universitas Andalas juga memantau para alumni melalui pusat karir setelah enam bulan, apakah sudah mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau bahkan ada yang menjadi entrepreneur," pungkasnya. (ril)


Komentar