.
"Salah satu iven yang memang sengaja kita siapkan untuk menjamu para tamu, terutama sekali Bapak Mendagri beserta jajaran, serta perwakilan Satpol PP dan Satlinmas dari seluruh Indonesia, adalah prosesi adat Makan Bajamba ini," ucap Mahyeldi.
Makan Bajamba, katanya, secara harfiah dapat diartikan sebagai makan bersama di dalam suatu wadah yang sama. Namun, segala hidangan yang telah disiapkan itu baru bisa dinikmati setelah para tokoh adat menyampaikan pepatah dan petitih.
"Prosesi adat ini mengandung nilai soal kesetaraan, kebersamaan, kekeluargaan, senasib sepenanggungan, dan keadilan. Semoga nilai-nilai itu dapat diambil dan dipedomani dalam setiap pelaksanaan tugas oleh Satpol PP dan Satlinmas, demi menjaga trantibum di tengah masyarakat," ujar Mahyeldi lagi.
Dia juga menyebutkan, berbagai macam jenis makanan yang dihidangkan dalam prosesi Makan Bajamba, merupakan perwakilan masakan khas adat dari berbagai daerah di Sumbar.
Namun, yang membedakan hidangan kali ini dengan hidangan di Rumah Makan Padang yang tersebar di luar Sumbar, adalah keaslian rempah serta bumbu yang digunakan, yang memang 100 persen berasal dari tanah Sumbar. (drz/adpsb)
Halaman 12


Komentar