Padang, Arunala.com - Secara mengejutkan, Ketua DPW Partai NasDem Sumbar, Fadly Amran menyatakan dirinya siap ikut kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk Kota Padang pada November 2024 mendatang.
Ini disampaikan Wali Kota Padangpanjang periode 2018 - 2023 dihadapan jamaah Tarawih di Masjid Jihad, Kandis, Nanggalo, Jumat malam (15/3).
"Setelah menyelesaikan pengabdian di Kota Padangpanjang, tiba saatnya memberikan pengabdian terbaik untuk tanah kelahiran saya yakni Kota Padang," jelas Fadly Amran lagi.
Penegasan Fadly Amran ini setidak menjadikan dinamika perebutan posisi BA 1 A mulai menggeliat. Bahkan hal ini membuat para jamaah Tarawih di Masjid Jihad ini kaget.
Mengingat kehadiran Fadly Amran di masjid ini atas keinginan dari Ketua DPD NasDem Padang, Osman Ayub untuk menjalin silaturahmi dengan jamaah Tarawih ini.
Selain mengutarakan niatnya untuk maju pada pilkada Kota Padang, Fadly Amran juga menyampaikan, ingin membangun silaturahmi, karena menurutnya hal itu penting untuk terus dilaksanakan diantara sesama umat muslim, terutama di bulan suci Ramadan ini.
"Mari terus kita jalin silaturahmi. Insya Allah dengan silaturahmi, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat bisa dicarikan solusinya," tegasnya.
Dia berencana, sepanjang Ramadan tahun ini, akan berkunjung dan bersilaturahmi di 11 masjid dan musala yang ada di 11 kecamatan di Kota Padang.
"Ini masjid ke 3 yang sudah dikunjungi. Insya Allah, kami akan berkunjung ke masjid dan musala lainnya di 11 kecamatan di Kota Padang," pungkasnya.
Selain silaturahmi, Fadly Amran juga serahkan bantuan Rp 5 juta kepada pengurus masjid.
Di sisi lain, anggota DPRD Kota Padang, Osman Ayub menyatakan NasDem Kota Padang siap mengantarkan Fadly jadi Wali Kota hasil pilkada Kota Padang November 2024 ini.
"Insya Allah, dengan semua kekuatan yang saat ini kami miliki akan berusaha sekuat tenaga agar niat baik Ketua DPW Partai NasDem Sumbar ini untuk mengabdi di tanah kelahiran beliau sebagai wali kota bisa terwujud. Jadi kami mohon doa dukungan dari masyarakat semua," kata Osman Ayub. (cpt)


Komentar