Supardi Ajak Semua Pihak Tekan Kemiskinan dan Stunting

Metro- 16-03-2024 10:10
Ketua DPRD Sumbar, Supardi serahkan bantuan hibah kepada pengurus ke Masjd Al Husna, Kelurahan Taratak Padang Kampung Tambago Kota Payakumbuh, Jumat (14/3). (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar, Supardi serahkan bantuan hibah kepada pengurus ke Masjd Al Husna, Kelurahan Taratak Padang Kampung Tambago Kota Payakumbuh, Jumat (14/3). (Dok : Istimewa)

Payakumbuh, Arunala.com - Kontribusi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk pengentasan kemiskinan yang ada di Sumbar secara umum.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat memimpin rombongan Tim Safari Ramadan (TSR) III ke Masjd Al Husna, Kelurahan Taratak Padang Kampung Tambago Kota Payakumbuh, Jumat (14/3).

Dikatakannya, pengentasan kemiskinan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan bersama-sama dengan melibatkan banyak unsur, tidak hanya pemerintah saja, namun juga ninik mamak hingga pemangku adat lainnya.

"Dengan kondisi sekarang kemiskinan masih menghantui daerah secara keseluruhan, hal ini tentu kontras dengan filosofis Minangkabau yang menanam nilai kaya dalam sosial kehidupan sehari-hari," katanya.

Dia mengimbau masyarakat jangan pasrah dengan kondisi yang sulit, mulai lah berusaha dan terus mencari peluang untuk meningkatkan taraf hidup, pemerintah provinsi hingga daerah akan terus berupaya untuk membuka akses kemudahan pemasaran hingga permodalan. Muaranya adalah kesejahteraan dan angka kemiskinan bisa terus ditekan.

Kemudian, lanjut Supardi, hal penting lainnya yang perlu disikapi yakni persoalan stunting yang masih tinggi. Dan hal itu perlu juga ditekan oleh semua pihak.

"Persoalan stunting harus mendapatkan perhatian lebih karena berkaitan dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Jika bayi-bayi kita stunting bagaimana cita-cita mewujudkan Sumbar Emas pada 2045 nanti," kata Supardi.

Soal Jalan Tol

Disisi lain, Supardi juga menyinggung kelangsungan pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru, karena menurutnya proyek strategis nasional itu harus disikapi bijaksana oleh masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh kota. Memang memiliki positif negatif, namun harus ditangkap peluang dari keberadaan akses itu.

"Ketika akses lancar ke Sumbar wisatawan akan banyak lagi kesini, Payakumbuh jangan sampai menjadi kota persinggahan saja. Hidup UMKM dengan pelayanan yang maksimal, maka akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian," katanyanext

Komentar