Menko PMK Apresiasi Sumbar Atasi Banjir dan Longsor

Metro- 13-03-2024 16:12
Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Sekprov Hansastri saat rapat dengan Menko PMK, Muhadjir Effendy, Rabu (13/3). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Sekprov Hansastri saat rapat dengan Menko PMK, Muhadjir Effendy, Rabu (13/3). (Dok : Istimewa)

.

Dampak paling besar terjadi di Pesisir Selatan dan Padang Pariaman.

"Secara keseluruhan, bencana ini menimbulkan kerugian sementara mencapai Rp 366 miliar. Selain itu, 27 warga kita meninggal dunia, 5 orang masih dalam pencarian, lebih dari 80 ribu warga terdampak, 5.223 unit rumah rusak, 31.479 unit rumah terdampak, 30 unit sekolah rusak, 2 unit sarana kesehatan rusak, 50 unit tempat ibadah rusak, 2.213 ekor ternak mati atau hilang, dan lebih dari 5.000 hektare lahan pertanian juga terdampak," ucap

Mahyeldi.

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah pusat melalui jajaran kementerian dan lembaga terkait terus menambah dukungan bantuan untuk daerah dan masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumbar.

Sejauh ini, katanya, telah dilakukan penyaluran 36 ton lebih beras dan akan menyusul 240 ton lagi untuk disalurkan.
Selain itu, untuk kebutuhan konsumsi warga terdampak, juga telah didirikan 27 dapur umum dengan produksi ribuan bungkus nasi setiap waktu makan.

"Pemprov Sumbar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait, dalam memberikan perhatian pada bencana yang terjadi di Sumbar. Namun di samping itu, kami tetap butuh lebih banyak dukungan," ungkap Mahyeldi.

Termasuk, lanjutnya, terkait dengan relokasi perumahan warga yang harus dilakukan, seperti di Langgai Pesisir Selatan dan Batang Anai Padangpariaman.

Selain itu, pemprov juga butuh bantuan atas kerugian lahan pertanian dan ternak yang dialami dalam musibah kali ini.
Hadir mendamping Gubernur dalam rapat tersebut, Sekprov Sumbar, Hansastri, serta sejumlah kepala OPD terkait di lingkup Pemprov Sumbar. (drz/adpsb)

Komentar