.
"Terbaru program studi S-1 Kebidanan dan Profesi Kebidanan," sebutnya.
Untuk mewujudkan visi "Menjadi Universitas terkemuka dan unggul ditingkat regional serta didukung insan yang berakhlakul karimah", kampus ini telah memiliki program khusus yang tidak dimiliki kampus swasta lainnya di Sumbar.
Ia menjelaskan kampus ini mengusung Hari Silaturrahim Mahasiswa Baru (Hasimaru) dalam masa orientasi mahasiswa baru.
"Salah satu programnya, mahasiswa dididik dengan pola semi militer di Sekolah Calon Tantama (Secata B) Padangpanjang selama empat hari. Bertujuan untuk melatih kedisiplinan sikap, fisik dan mental mahasiswa baru sebelum masuk dunia kuliah," ucapnya.
Kemudian, tutur Musliar Kasim, setiap Sabtu para mahasiswa tingkat pertama mengikuti kajian dhuha di Masjid Baiturrahmah.
"Turut mendampingi dosen, tenaga kependidikan dan pimpinan Universitas Baiturrahmah. Kegiatan ini bertujuan membentuk akhlakul karimah mahasiswa," sebutnya.
Musliar menyebutkan dalam pengabdian masyarakat, Universitas Baiturrahmah menelurkan inovasi University Social Responsibility (USR). Aksi USR ini telah dilangsungkan 7 kali di sejumlah kabupaten/kota di Sumbar.
"Tahun ini, untuk pertama kali kegiatan USR ke-8 akan digabung dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan itu akan dipusatkan di Kabupaten Pesisir Selatan," sebutnya.
Dalam aksi USR ini, sebut Musliar Kasim, tidak hanya diikuti mahasiswa tapi juga melibatkan unsur dosen, tenaga kependidikan dan pimpinan Universitas Baiturrahmah.
"Kegiatan dilakukan berupa pemeriksaan klinik gratis, gotong royong dan festival seni. Kemudian kami memberikan ilmu kepada masyarakat," ucapnya.
Ia juga menyebutkan dalam sarana prasarana, Universitas Baiturrahmah telah memiliki gedung kuliah bersama. Memiliki alat Anatomage Visual.
"Alat ini satu-satunya sistem anatomi 3D manusia nyata yang sepenuhnya tersegmentasi. Para mahasiswa dapat memvisualisasikan anatomi persis seperti pada mayat segar," ungkapnya.
Kemudian, sebut Musliar Kasim, memiliki Dental Stimulator, Museum Aromaterapi dan Parfum yang dihibahkan oleh Prof Dr Amri Bakhtiar MS DESS Apt.
"Dan CBT Center dengan 155 unit," ucapnya.
Terkait karya dosen, tutur Musliar Kasim, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi drg Abu Bakar MMedEd PhD bersama tim berkolaborasi dengan mitra IBE Reality mengembangkan SIOCa (Smart Intra Oral Camera) yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit gigi dan mulut.
"Produk kamera tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi kasus penyakit gigi dan mulut berbasis kecerdasan buatan dan internet of things," tukasnya. (ril)
Halaman 12


Komentar