Agam, Arunala.com - Tercatat sepanjang penyelenggaraan pengawasan pemilu 2024 kemarin, tercatat baru tujuh orang petugas adhoc Bawaslu kabupaten kota di Sumbar yang mengalami musibah bahkan tiga orang diantaranya meninggal dunia.
Musibah yang dialami petugas adhoc mulai dari anggota dan staf Panwascam hingga tingkat pengawas TPS.
"Meski begitu Bawaslu tidak tinggal diam, buktinya Bawaslu RI memberikan perhatian kepada petugas yang mendapat musibah itu dengan memberikan santunan kepada masing-masing petugas adhoc ini," ungkap Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar, Karnalis Kamaruddin kepada Arunala.com di sela-sela penyerahan santunan pada tiga petugas adhoc Panwascam Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Rabu (27/3).
Dia menyebutkan, tujuh petugas adhoc pengawas pemilu yang dapat santunan dari Bawaslu RI itu ada di empat daerah yakni, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kota Pariaman dan Kota Padang.
"Dari empat daerah itu, dua diantaranya yakni Kabupaten Agam dan Kota Padang yang mendapatkan santunan terbanyak, karena di dua daerah itu ada tiga petugas yang mengalami musibah saat bertugas awasi pemilu kemarin," ucap Karnalis.
Kendati tujuh orang petugas yang dapat santunan, namun Karnalis menyakini masih ada lagi petugas adhoc ini yang mungkin belum terverifikasi pihaknya, pada hal mereka itu layak dapat santunan karena alami musibah saat bertugas.
Menindaklanjuti hal itu, dirinya meminta jajaran Bawaslu kabupaten kota untuk mendata lagi siapa-siapa saja diantara petugas adhoc mereka yang alami musibah saat jalankan tugasnya di pemilu kemarin.
"Cek dan data ulang, mana tahu ada yang luput dari perhatian dari jajaran Bawaslu kabupaten kota, kasihan kita melihat kondisi mereka apa bila benar alami musibah," tukas Karnalis lagi.


Komentar