Pariaman, Arunala.com - Ardianti Permata Sari, 25, staf Sekretariat Panwascam Pariaman Timur, Kota Pariaman terima santunan dari Bawaslu RI.
Santunan sebesar Rp 8.250.000 ini diserahkan Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Sumbar Muhammad Khadafi, secara simbolis kepada penerima santunan di kantor Bawaslu Pariaman, Kamis (28/3).
Satu hal yang ditekankan Khadafi dalam proses penyerahan santunan ini, bahwa banyak hikmah yang bisa dipelajari selama proses tahapan pengawasan yang dikerjakan petugas Bawaslu dan jajarannya.
"Saya dengar, musibah yang dialami Sari di saat
lalukan fungsi pengawasan pada tahapan penertiban APK peserta pemilu yang ada di kawasan Pariaman Timur, ini menunjukkan bagian nilai-nilai heroik yang dilakukan Sari, saat penertibah APK itu," ungkap Khadafi.
Dia juga menerangkan, bila melihat dari proses penertiban APK yang dilakukan Sari bersama tim, merupakan momentum penting dalam proses pengawasan pemilu.
"Karena dalam proses penertiban itu, semua mata peserta pemilu akan melihat proses pengawasan yang dilakukan Bawaslu dan jajarannya hingga ke tingkat desa," tukas Khadafi lagi.
Jadi, ucapnya, dengan kejadian yang dialami petugas adhoc ini diharapkan jajaran Bawaslu ke depan agar berkerja penuh dengan kehati-hatian, apa lagi dalam beberapa bulan ke depan Sumbar dan kabupaten kota akan menggelar pilkada serentak.
Sementara, Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar, Karnalis Kamaruddin menyampaikan, Kota Pariaman merupakan tempat ketiga setelah Pasaman dan Agam, penyerahan santunan kepada petugas adhoc yang alami musibah.
Di kesempatan ini Karnalis menyebutkan prihatin atas musibah yang dialami petugas adhoc bahkan ada yang meninggal.


Komentar