Nagari III Koto Aua Malintang Optimistis Raih Anugerah KIP

Metro-29 hit 18-11-2020 22:02
Wali Nagari III Koto Aua MalintangAzwar Mardin bersama Sekretaris Nagari Asrul khairi dan perangkat nagari lainnya dalam sebuab kesempatan. (Dok ; Isrimewa)
Wali Nagari III Koto Aua MalintangAzwar Mardin bersama Sekretaris Nagari Asrul khairi dan perangkat nagari lainnya dalam sebuab kesempatan. (Dok ; Isrimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala -- Bukan karena adanya penilaian Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020, lalu menjadikan Nagari III Koto Aua Malintang di Kabupaten Padangpariaman berbenah membuat nagarinya sedemikian bagus.

Sebaliknya, nagari ini justru masuk dalam "radar" Komisi Informasi (KI) Sumbar lantaran membuat inovasi berupa menyiapkan pola branding nagarinya sebagai langkah keterbukaan informasi yang lebih aktif bagi masyarakat

"Bagi kami keterbukaan informasi publik tidak boleh pasif. Bukan hanya ketika wartawan berkunjung atau ada pihak yang berkepentingan lainnya yang bertanya. lalu kami beberkan informasi nagari ini. Justru sebaliknya, harus aktif, baik ditanya atau tidak. Mana yang perlu dibeberkan dan diinformasikan dengan baik, akan segera kami sebarkan," kata Wali Nagari III Koto Aua Malintang Azwar Mardin, Rabu (18/11)

Baca Juga

Penyiapan branding nagari, sebut Azwar, sudah dikonsultasikan dengan para praktisi branding, salah satunya yang ada di Piaman ini yakni Muhammad Fadhli atau yang terkenal dengan panggilan Ajo Wayoik.

"Dari beliau kami dapat masukan untuk serius menjadikan keterbukaan informasi publik sebagai elemen dasar dalam membranding nagari," sebutnya.

Diceritakannya, saat ini bersama Forum Batajau Seni Piaman yang diketuai Ajo itu, sudah disiapkan sejumlah perangkat brandingnya. Diantaranya menyiapkan logo hingga soundtrack untuk berbagai bentuk promosi dan penyampaian informasi kepada publik.

"Dengan adanya dua komponen itu, kami harapkan informasi yang sampai kepada masyarakat terutama lewat media sosial akan lebih menarik dan mendapatkan apresiasi yang baik," ujar wali nagari ini.

Azwar menerangkan di tahun 2021, proses branding berbasiskan keterbukaan informasi ini akan dirayakan dalam sebuah festival khusus.

"Kami akan gelar festival branding bersama Forum Batajau Seni Piaman. Dan itu sudah disepakati dalam format yang lebih menarik dari festival-festival yang pernah ada sebelumnya," aku Azwar Mardin.

Sekretaris Nagari III Koto Aua Malintang, Asrul Khairi mengatakan seyogyanya proses branding yang berujung pada festival ini akan digelar di 2020.

"Tapi berhubung Covid, berbagai persiapan terpaksa diundur. Namun itu tidak masalah. Bagi kami dan Forum Batajau Seni Piaman, waktu yang lebih panjang adalah kesempatan untuk mempersiapkan segala sesuatunya secara lebih matang," katanya.

Sementara, Muhammad Fadhli mengatakan, proses branding yang dilakukan oleh Nagari III Koto Aua Malintang adalah pilot project yang secara konsep sudah dimatangkan.

"Proses rekaman soundtrack sudah selesai. Logo tinggal dipresentasikan kepada Bamus dan tokoh masyarakat nagari. Jika ini sudah selesai, kita akan lanjut pada upaya penyiapan landmark yang akan diresmikan saat festival," sebutnya.

Branding kata Ajo ini adalah langkah paling penting dalam mengangkat nama nagari, sekaligus meningkatkan antusiasme publik untuk mengetahui berbagai informasi di nagari ini.

"Hari ini branding sudah keluar dari konsep purbanya sebagai bagian dari periklanan produk semata. Orang sudah membranding pribadinya, organisasinya, hampir segalanya. Lalu kenapa nagari kita sendiri tidak kita branding?," katanya.

Sebagai akademisi yang juga sudah sukses membranding "Wayoik!" sebagai produk yang berkarakter, dan Batajau Seni sebagai sebuah gerakan kesenian, Muhammad Fadhli yakin nagari-nagari lainnya dapat digerakkan pula untuk menuju arah baru dalam penyampaian informasi dan promosi-potensinya kepada masyarakat.

"Orang bicara branding cenderung pada medianya. Media tentu penting. Tapi kita tidak boleh lupa dengan konten yang perlu disiapkan. Lewat komitmen untuk benar-benar serius dalam menjalankan amanah keterbukaan informasi badan publik, Nagari III Koto Aua Malintang kini makin menarik untuk dibranding. Dan ini patut menjadi percontohan bagi nagari lain," sebut salah seorang pengurus Sumbar Kreatif ini.

Komentar