Satu Luka Berat, Satu Luka Ringan

Metro-158 hit 13-01-2021 21:05
Terlihat KA Minangkabau Express dengam Bus Trans Padang di pelintasan KA Simpang Anak Air, Keluarahan Batipuah Panjang Kecamatan Koto Tangah Koto Padang, Rabu (13/1). (Foto : Can)
Terlihat KA Minangkabau Express dengam Bus Trans Padang di pelintasan KA Simpang Anak Air, Keluarahan Batipuah Panjang Kecamatan Koto Tangah Koto Padang, Rabu (13/1). (Foto : Can)

Penulis: Can

Padang, Arunala - Kecelakaan antara Bus Trans Padang berplat nomor BA 7052 OU dengan Kereta Api (KA) Minangkabau Express, mengakibatkan supir bus mengalami luka lecet, sedangkan seorang pramugara bus mengalami luka berat.

Peristiwa itu terjadi di perlintasan Simpang Anak Air, Keluarahan Batipuah Panjang Kecamatan Koto Tangah Koto Padang, Rabu (13/1).

Untuk identitas korban, supir bernama Rimadhony (40), warga Jalan Gurun Laweh No.8A Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg). Sedangkan salah satu pramugara bus bernama Franky Julianto (30), warga Padang Sarai mengalami luka robek di kepala dan dibawa ke RSUP M Djamil Padang.

Baca Juga

"Supir mengalami luka ringan di bagian lengan. Dia terpental keluar bus saat kecelakaan itu," kata salah seorang warga, Indra (32) yang tengah berada di lokasi kejadian.

Sedangkan pramugara bus terjepit, saat dikeluarkan dari dalam bus, mengalami luka serius.

"Pramugara dilarikan ke RSUP M Djamil Padang dengan kondisi luka di bagian kepada," kata Indra.

Sementara dihubungi terpisah, Kadis Perhubungan Kota Padang, Dian Fakri mengaku para korban selamat dalam peristiwa itu meski mengalami luka-luka.

"Sedangkan untuk bus masih dilakukan evakuasi. Proses evakuasi sedikit tersendat karena posisi bus terjepit antara pohon kayu dengan gerbong kereta," katanya saat itu.

Akibat tabrakan KA Minangkabau Express dengan Bus Trans Padang, satu KA tertahan di Stasiun Duku. Pasca kecelakaan tersebut juga menyebabkan laju lalulintas kereta api Padang-Pariaman tersendat.

Kemudian kecelakaan di perlintasan liar tersebut sudah kesekian kalinya terjadi. Sehingga kondisi itu membuat keselamatan warga atau pun pengendara jadi terancam.

"Untuk antisipasi, kepada pengendara diharapkan untuk berhati. Diminta untuk melihat kiri dan kanan sebelum melintas. Kemudian diminta untuk mendahulukan kereta yang melintas," kata Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar Ujang Rusen Permana.

Menurut Rusen, sesuai PM 36 Tahun 2011 tentang perpotongan dan/atau persinggungan antara jalur kereta api dengan bangunan lain pada Pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas.

Sementara diinformasikan, proses evakuasi terhadap bus yang terjepit masih berlangsung. Terlihat pihak terkait seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian mau pun pihak KAI sendiri masih saling berkoordinasi untuk mengupayakan evakuasi.

Komentar