Tak Pakai Masker, Puluhan Pengguna Jasa Bandara BIM Terjaring

Metro-281 hit 04-05-2021 23:24
Petugas BIM dan anggota Polsek Bandara saat merazia salah seorang pengujung di Bandara BIM yang tidak pakai masker, Selasa siang (4/5). (Dok : Istimewa)
Petugas BIM dan anggota Polsek Bandara saat merazia salah seorang pengujung di Bandara BIM yang tidak pakai masker, Selasa siang (4/5). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala -- Puluhan pengunjung Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Ketaping, Kabupaten Padangpariaman, terjaring dalam sebuah operasi penertiban yang dilakukan petugas AP II BIM serta Polres Padangpariaman (Polsek Kawasan Bandara), Selasa siang (4/5).

Mereka yang terjaring dalam operasi penertiban dalam rangka menjalankan protokol kesehatan (Prokes) di bandara itu berasal dari berbagai kalangan, ada calon penumpang, pengantar atau penjeput penumpang, bahkan petugas bandara.

Informasi dari Humas PT AP II BIM, Fendrik Sondra membenarkan ada puluhan pengunjung dan juga petugas bandara yang terjaring dalam operasi penertiban hari Selasa itu.

"Jumlah yang terjaring lumayan banyak, dan mereka yang terjaring itu rata-rata tidak menggunakan maskes. Kalau pun ada maskernya ditaruh di dagu, bukannya menutupi mulut dan hidung mereka," kata Fendrik saat dihubungi Arunala.com , Selasa malam (4/5).

Dia menerangkan, bagi mereka yang terjaring itu diberi pengarahan oleh petugas BIM dan personil Polisi yang melakukan operasi penertiban. Kemudian bagi pengunjung yang tidak memiliki masker diberikan masker baru.

"Khusus untuk karyawan bandara kami beri peringatan. Kedepannya kalau mereka masih lalai akan diberikan sanksi berupa pencabutan izin masuk bandara," tukas Fendrik.

Ditanya apakah operasi ini, imbas ketidakmampuan pemerintah dalam mensosialiasika prokes sehingga menjadikan angka positif Covid-19 di Sumbar naik? Fendrik menjawab tidak seperti itu.

"Sebelumnya memang rutin oleh Tim melakukan razia atau operasi semacam ini, bahkan sebelum memasuki bulan Ramadan, tim dari Polsek Kawasan Bandara telah memberikan hukuman mulai dari push up dan lainnya bagi penguna jasa bandaa yang kedapatan melanggar prokes," jelas Fendrik lagi.

Terakhir, Fendrik menyebutkan operasi penertiban di hari Selasa itu mulai dilaksanakan pukul 14.00 WIB, danlangsung dipimpin OIC BIM, Henry Zai dan Kapolsek Kawasan BIM, Iptu Ade Saputra.

Komentar